RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Anomali iklim berupa kemarau basah tahun ini ternyata tidak menghentikan dampak kekeringan di Bojonegoro.
Jumlah desa terdampak kekeringan terus bertambah, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro pun menyiapkan 1.248 tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter.
Awalnya, bencana musiman ini hanya dirasakan dua desa, yakni Desa Siwalan di Kecamatan Sugihwaras dan Desa Karangdinoyo di Kecamatan Sumberrejo.
Namun, kini, enam desa dan satu sekolah ikut mengajukan bantuan air bersih. ’’Air bersih telah disalurkan. Setiap desa (menerima bantuan) satu tangki air bersih dan dua terpal,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi.
Berdasar data BPBD Bojonegoro, desa-desa yang sudah mendapat distribusi air bersih yakni Karangdinoyo (Sumberrejo), Siwalan (Sugihwaras), Bobol (Sekar), Papringan (Temayang), serta Meduri (Margomulyo).
Selain itu, satuan pendidikan yaitu SMAN Kepohbaru juga ikut mendapat bantuan. ’’Kami sudah mengirimkan beberapa tangki air bersih ke masing-masing yang mengajukan bantuan,” jelasnya.
BPBD Bojonegoro juga telah memetakan sebanyak 86 desa di 12 kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air bersih.
BPBD saat ini telah menyiapkan 1.248 tangki air, dengan kapasitas 5.000 liter untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat di puncak musim kemarau tahun ini. (dan/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko