RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Meski Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro cukup tinggi dibanding kabupetan tetangga seperti Lamonga, Tuban, Madiun, Ngawi, bahkan Blora. Namun, sebagian warganya kurang betah tinggal di kota kelahirannya. Sehingga, memilih transmigrasi ke Sulawesi Barat.
Tahun ini, Bojonegoro hanya menerima satu kuota transmigrasi. Sudah disiapkan rumah dan lahan untuk peningkatan taraf hidup.
"Setiap tahun jumlah kuotanya tidak mesti. Dari kementerian untuk kabupaten/kota se-Indonesia," kata Kasi Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Agoestin Faridijani, Senin (25/8).
Ida melanjutkan, pemerintah kabupaten (pemkab) bersifat pengusulan. Kemudian, pemerintan provinsi (pemprov) andil dalam penataan. Awalnya, ada dua kuota.
Namun, terjadi perubahan sehingga menjadi satu kuota. "Ini perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup. Kebanyakan yang daftar dari keluarga kurang beruntung," katanya.
Sementara itu, Ida menyampaikan, transmigran menerima beberapa fasilitas. Di antaranya rumah, lahan, hingga peralatan pertanian atau perkebunan seperti traktor.
"Tapi, ini belum diputuskan luas lahan diterima. Masih dalam pembahasan," bebernya.
Dia mengatakan, daerah tujuan tahun ini adalah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Rencana pemberangkatan dilakukan November mendatang. "Untuk program transmigrasi ini masyarakat bisa daftar sendiri atau melalui kami," ucapnya.
Dia menambahkan, pada 2022 hanya menerima satu kuota program transmigrasi, di 2023 tidak mendapat program, serta di 2024 hanya satu kuota. "Tahun ini juga satu KK (kartu keluarga). Jadi, sekeluarga," pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana