RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – DPRD Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka mendengarkan secara langsung Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan disiarkan dari Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rapat paripurna yang berlangsung kemarin (15/8) di ruang utama gedung DPRD Bojonegoro ini dipimpin oleh Ketua DPRD Abdulloh Umar.
Turut hadir Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, jajaran Forkopimda, seluruh anggota dewan, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai unsur organisasi kemasyarakatan.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh rasa nasionalisme, sejalan dengan semangat memperingati momentum kemerdekaan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengawali dengan memberikan penghormatan kepada para presiden terdahulu.
Yakni, Soekarno, Soeharto, Bacharuddin Jusuf Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo, atas jasa besar mereka dalam membawa Indonesia ke arah kemajuan.
Presiden menegaskan, bahwa kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan yang membawa rakyatnya bebas dari kemiskinan, kelaparan, kebodohan, dan penderitaan.
Presiden juga menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi, ketahanan pangan, dan pengelolaan sumber daya alam secara bijak.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bekerja keras agar Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung pada pihak luar, dan mampu bersaing di kancah internasional.
Dalam pemaparan capaian, Presiden menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terus terjaga di atas 5 persen meskipun tantangan global tidak mudah.
Investasi pada semester pertama tahun 2025 tercatat mencapai Rp 942 triliun, naik 13,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dan telah melampaui target APBN.
Presiden juga memaparkan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah meningkatkan angka kehadiran siswa di sekolah, memperbaiki gizi anak-anak, serta menggerakkan perekonomian lokal di berbagai daerah.
Hingga pertengahan tahun 2025, telah dibangun 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi yang berhasil menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru, mulai dari tenaga pengelola hingga distribusi bahan makanan.
Selain itu, pidato Presiden juga menyoroti peran MPR sebagai “rumah kebangsaan” yang memiliki mandat konstitusional untuk menjaga ideologi Pancasila, memperkuat persatuan nasional, dan menjadi penengah dalam dinamika politik.
Presiden mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan MPR sebagai simbol pemersatu, bukan sekadar lembaga formal.
Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, dalam acara tersebut juga ditayangkan video capaian pembangunan nasional di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga inovasi teknologi.
Tayangan ini memperlihatkan komitmen pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan dari Sabang hingga Merauke.
Rapat paripurna istimewa ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga momentum penting untuk merefleksikan perjalanan bangsa, memperbarui semangat kebangsaan, dan menguatkan komitmen seluruh pihak dalam mengawal pembangunan daerah yang sejalan dengan visi nasional.
Dengan semangat kemerdekaan yang ke-80, Bojonegoro bersama seluruh masyarakat Indonesia diharapkan terus bergerak maju menuju kemandirian dan kesejahteraan rakyat. (*/tih)
Editor : Bhagas Dani Purwoko