RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di tengah seretnya lapangan pekerjaan, tidak sedikit remaja yang mulai melirik dunia perdagangan. Baik secara konvensional maupun digital.
Hal tersebut juga dilakukan oleh remaja asal Desa/Kecamatan Temayang, Khoirul menyampaikan, lebih memilih berdagang karena minimnya lowongan kerja.
Semakin sedikitnya lowongan pekerjaan yang tersedia, tidak sebanding dengan bertambah banyaknya pencari kerja yang ada.
Selain itu, persyaratan yang ditentukan juga terlalu banyak. Mulai dari pendidikan, batas maksimal usia, sertifikat pelatihan, SKCK, hingga good looking.
"Untuk sementara waktu, saya memutuskan untuk berjualan saja. Meski hasilnya tidak seberapa, ditambah naiknya harga bahan baku. Namun, setidaknya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari," ujar penjual kuliner Gen Z tersebut.
Hal serupa disampaikan oleh Evi Dwi, remaja asal Kecamatan Dander tersebut mengatakan, ingin memiliki usaha sendiri.
Dan, saat ini tengah mengupayakan untuk pengumpulan modal tersebut. Alasannya, karena minimnya lowongan pekerjaan yang tersedia.
Misalpun ada, gajinya rerata hanya UMR, masih tergolong kecil. "Harapannya dengan memiliki usaha sendiri nantinya bisa meningkatkan ekonomi dan lebih sejahtera," pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko