RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Suasana tenang di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum, Desa Penganten, Kecamatan Balen mendadak berubah menjadi duka mendalam. Seorang santri berusia 14 tahun, Muhammad Nur Faiq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai belakang ponpes pada Rabu (30/7) sekitar pukul 14.45 WIB.
Faiq, remaja asal Dusun Ngapus, Desa Glagahan, Kecamatan Sugihwaras itu sebelumnya tengah menikmati waktu luang bersama empat temannya dengan berenang di sungai. Namun, kebersamaan yang seharusnya penuh tawa itu berakhir dengan tragedi.
Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Balen AKP Sudirman mengungkapkan, kronologi bermula sekitar pukul 13.30 WIB, korban bersama FER, 12; Izul, 13; Diaz, 12; dan Arya, 14, berangkat menuju sungai di belakang ponpes.
Semula mereka hanya bermain dan berenang di pinggiran sungai. Namun, suasana berubah saat Faiq mengajak FER untuk berenang ke bagian tengah sungai.
’’Temannya, FER, sudah menolak karena tahu Faiq belum lancar berenang. Tapi, Faiq tetap memaksa dan bahkan memeluk FER dari belakang,” jelas AKP Sudirman.
FER yang kewalahan menggendong tubuh Faiq akhirnya kehabisan tenaga di tengah arus sungai. Dalam sekejap, Faiq terlepas dan tenggelam di hadapan teman-temannya yang panik tak berdaya.
Saksi Diaz dan Arya segera berlari meminta bantuan ke pengurus pondok. Sementara, Izul memanggil seorang warga yang tengah mencari burung di sekitar lokasi. Warga tersebut langsung terjun ke sungai untuk menolong.
Namun, sudah terlambat. ’’Korban berhasil diangkat dari sungai, tetapi saat ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” tuturnya.
Polsek Balen yang menerima laporan segera datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi korban. Dari hasil pemeriksaan, tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan. (dan/bgs)