Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Proses KBM Sekokah Rakyat Bojonegoro Dimulai 1 Agustus, Guru dan Kepsek SR Wajib Menginap Selama Awal Proses Pembelajaran

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 29 Juli 2025 | 18:43 WIB
MENUNGGU PUSAT: Gedung Pusdiklat Tirto Adhi Soerjo berdiri megah di tengah sawah. Gedung yang dibangun dari APBD 2017-2018 itu diproyeksikan untuk sekolah rakyat. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEG
MENUNGGU PUSAT: Gedung Pusdiklat Tirto Adhi Soerjo berdiri megah di tengah sawah. Gedung yang dibangun dari APBD 2017-2018 itu diproyeksikan untuk sekolah rakyat. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEG

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sekolah Rakyat (SR) Bojonegoro bakal mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada 1 Agustus mendatang. Kepala sekolah dan guru direncanakan menginap di asrama bersama siswa selama awal proses pembelajaran. Meski sebenarnya sudah terdapat petugas yang menjaga asrama.

Kepala Sekolah Rakyat (SR) Bojonegoro Muhammad Sobirin mengatakan, di awal masuk, guru maupun kepala sekolah direncanakan ikut menginap di asrama. Terlebih untuk memantau dan membantu proses adaptasi siswa. 

‘’Sejak 30 Juli guru dijadwalkan sudah hadir di sekolah, siswa pada 31 Juli,” ungkapnya.

Sobirin menjelaskan siswa sekolah rakyat berasal dari berbagai wilayah dan karakteristik  Sehingga perlu pendampingan saat mulai tinggal di asrama.

Terlebih rerata siswa belum terbiasa tinggal di asrama. Juga melakukan berbagai kegiatan di asrama. Seperti bangun pagi, bersih-bersih, hingga sarapan bersama.

‘’Tentu dengan kehadiran guru mampu membantu siswa beradaptasi,” jelasnya.

Menurut Sobirin jumlah siswa sekolah rakyat sebanyak 100 siswa. Siswa bakal dibagi menjadi tiga rombongan belajar (rombel) atau kelas. Sementara untuk tahun ini baru jenjang SMA.

‘’Diperkirakan untuk tahun ajaran selanjutnya ada jenjang SD dan SMP,” jelasnya.

Baca Juga: Berbeda Dengan Sekolah Formal, Hari Minggu Sekolah Rakyat Masih Berkegiatan

Sobirin mengaku di tiga bulan awal pembelajaran, bakal fokus pada proses adaptasi siswa. Terlebih sekolah rakyat terdapat asrama, berbeda dengan sekolah umum. Sehingga siswa memelukan proses adaptasi lebih panjang untuk proses pembalajaran di kelas hingga kehidupan sehari-hari di asrama.

‘’Juga pembentukan karakter,” terangnya.

Pihaknya mengklaim hadirnya sekolah rakyat membantu bagi siswa-siswa dari keluarga kurang mampu. Sehingga bisa menempuh pendidikan gratis. Terlebih fasilitas sudah disediakan.

‘’Rencananya masing-masing siswa bakal mendapat laptop,” jelasnya.

Sebelumnya, SR Bojonegoro bakal mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar bulan depan. Tepatnya dijadwalkan mulai 1 Agustus mendatang. Terlebih SR berada di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander tersebut masuk dalam tahap 1-B. Juga renovasi gedung masih berlangsung dan ditargetkan selesai akhir bulan ini.

Sebenarnya untuk sekolah rakyat yang masuk tahap 1-A sudah mulai melakukan kegiatan belajar mengajar sejak 14 Juli lalu. Sehingga sama dengan sekolah umum lainnya.

31 Juni lalu tercatat 100 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar (rombel) dijadwalkan mulai datang ke sekolah. Kemudian 1 Agustus mulai kegiatan belajar mengajar.

Di awal masuk sekolah, siswa bakal menjalani masa pengalaman lingkungan sekolah (MPLS). Tentu agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Terlebih SR menggunakan sistem asrama. Sehingga perlu membiasakan siswa dengan kegiatan-kegiatan diasrama.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Resmi Dibuka! Agus Harimurti Yudhoyono: Harus Jadi Sarana Memutus Rantai Kemiskinan

‘’Mulai bangun pagi, bersih-bersih, hingga makan bersama,” ungkapnya.

Bahkan, Sobirin mengaku di tiga bulan awal masuk lebih fokus adaptasi siswa dengan lingkungan sekolah dan asrama di SR. Sekaligus melakukan pembentukan karakter siswa.

Sobirin menambahkan terdapat 14 guru di SR. Di awal masuk, guru-guru juga diharapkan bisa tinggal di asrama. Sehingga bisa memantau dan membantu siswa beradaptasi. Terlebih siswa berasal dari berbagai wilayah di Bojonegoro dengan karakteristik berbedabeda. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Guru #asrama #Pendidikan #KBM #pembentukan karakter #kegiatan belajar mengajar #kepala sekolah #sma #bojonegoro #proses pembelajaran #SR #Sekolah #menginap #pendampingan #Sekolah Rakyat #MPLS