Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Koding dan AI Masuk Kurikulum Pendidikan: Sekolah Bisa Pilih Penerapannya, Mulai dari Jenjang SD-SMA

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 21 Juli 2025 | 15:00 WIB
Seorang guru peserta Pelatihan AI Jawa Pos Radar Bojonegoro menganalisis hasil praktek penggunaan AI olehnya. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
Seorang guru peserta Pelatihan AI Jawa Pos Radar Bojonegoro menganalisis hasil praktek penggunaan AI olehnya. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembelajaran Koding dan Kecerdasar Artifisial (KKA) sudah mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2025/2026 ini. Sekolah diberikan tiga pilihan dalam penerapakan KKA. Mulai dari sebagai mata pelajaran, sebagai metode pembelajaran dalam mata pelajaran, dan sebagai ekstrakurikuler di sekolah.

Kepala SMPN 5 Bojonegoro AH. Moestofa mengatakan KKA diterapkan tergantung kesiapan sekolah. Dalam arti penyimpan kurikulum KKA di sekolah, ketersediaan pengajar mata pelajaran (mapel) KKA yang mumpuni, hingga sarpras.

‘’Regulasi dari Kemendikdasmen, tepatnya Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025,” ungkapnya.

Moestofa mengaku untuk SMPN 5 Bojonegoro sudah siap menerapkan kurikulum yang dibuat dengan memasukkan mapel KKA pada struktur kurikulum.Dan segera melaksanakan pembelajaran mapel KKA pada Juli ini.

Kepala SMAN MT Bojonegoro Anam Saifuddin mengatakan pembelajaran KKA mulai pada tahun ajaran baru ini. SMAN MT memasukan KKA dalam ekstrakurikuler. Terlebih sekolah diberikan tiga pilihan untuk penerapannya.

‘’Pembelajaran KKA sendiri sebagai mapel, lalu dengan mapel, dan masuk di ekstrakurikuler,” jelasnya.

Koodinator Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Ribut Margo menjelaskan KKA singkatan dari koding (pemrograman) dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan suatu pendekatan pembelajaran.

‘’Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola proses pembelajaran lebih berkualitas dan inovatif berbasis digital,” jelasnya.

Sehingga lebih mampu melayani kebutuhan belajar murid, pembelajaran bisa bermakna, berkesadaran dan menggembirakan. Akhirnya tujuan pembelajaran bisa dicapai secara berkualitas.

Pihaknya menambahkan KKA adalah salah satu program prioritas kemendikdasmen yang harus segera diimplementasikan dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Diawali dengan pelaksanaan pelatihan yang diikuti oleh guru-guru terutama IT dan komputer. (irv/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ekstrakurikuler #Pendidikan #KKA #mata pelajaran #kemendikdasmen #koding #kecerdasan artifisial #bojonegoro #Sekolah #pembelajaran #ai #Kurikulum