RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hujan yang masih kerap turun saat ini membuat harga tembakau jatuh. Bahkan, trennya harga tembakau masih terus turun. Padahal, saat ini memasuki awal musim panen.
"Dalam beberapa waktu ini baru tanam hujan. Begitu terus," keluh warga sekaligus Kepala Desa (Kades) Banjarejo, Kecamatan Sumberrejo Moch Sahroni.
Di desa lain juga mengalami hal serupa. Bahkan, ada yang sudah panen. Rerata di lahan pertaniannya di dataran tinggi. Namun, hasil panen belum maksimal.
"Untuk bobot tembakaunya kurang. Kalau dulu satu bal itu bisa 50 kg (kilogram) sekarang di angka sekitar 20 kg," bebernya.
Cuaca yang tidak mendukung sangat memengaruhi harga tembakau. Hujan di musim kemarau membuat kualitas tembakau kurang bagus.
Tahun lalu harga tembakau rajangan kering sekitar Rp 50 ribu per kilogram (kg). Saat ini harganya hanya Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kg.
"Jadi, kalau harga tembakau berdasar kualitas tembakaunya bukan dari ketersediaan. Kalau kualitas jelek otomatis turun," jelasnya.
Rerata petani tembakau saat ini menjual dalam bentuk rajang kering. Jarang ada yang menjual dalam bentuk daun.
"Cuaca yang tidak menentu dan tidak bisa diprediksi. Menanam tembakau ini beja-beji (peruntungan). Jadi petani tembakau (itu yang) dibutuhkan keberanian," pungkas dia. (yna/zim)
Editor : M. Nurkhozim