RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mmpi Pemkab Bojonegoro di periode bupati sebelumnya memiliki Rumah Sakit (RS) Onkologi (khusus kanker) tampaknya sulit terwujud tahun ini. Sebab, hingga kemarin (7/7) proses pembangunan terlihat berhenti total.
Padahal, rumah sakit yang mulai proses pekerjaan pada 2023 lalu itu, ditargetkan selesai pada 2025. Mandeknya proyek RS di Jalan Nasional Bojonegoro–Cepu, tepatnya di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu itu tidak dianggarkan di APBD tahun ini.
“(Tahun) 2025 tidak ada anggaran untuk RS Onkologi,” ungkap Kepala
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Sumiati. Menurutnya, bahwa proses pembangunan belum selesai, dan progres terakhir masih fokus pada pembenahan ruang.
“Ada beberapa ruangan yang harus dibenahi,” imbuhnya pada Senin (7/7).
Baca Juga: Pembangunan RS Onkologi Capai 50 Persen, Tahun Ini Dianggarkan Rp 18 Miliar
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Benny Kurniawan menyampaikan, pembangunan RS Onkologi pada akhir 2024 lalu telah mencapai tahap 2, dan ditarget selesai pada 2025.
Berdasarkan laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, pembangunan Rumah Sakit Onkologi pada tahap dua dianggarkan di dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024 dengan pagu Rp 19 miliar, kemudian nilai kontrak mencapai Rp 18,8 miliar.
Sedangkan pada tahap pertama tahun sebelumnya, menelan anggaran Rp 240 juta dari nilai kontrak Rp 239 juta dalam APBD 2023. Diketahui, RS khusus kanker tersebut menempati bekas gedung perkantoran The Residence di Jalan Nasional Bojonegoro–Cepu turut Desa Talok, Kecamatan Kalitidu. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana