RADARBOJONEGORO.JAWA POS.COM – Kabupaten Bojonegoro mencatat skor 3,35 dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2024 yang dirilis oleh BRIN. Capaian ini menunjukkan sedikit kenaikan dibanding tahun 2022 yang hanya sebesar 3,10. Meski begitu, peringkat Bojonegoro masih rendah di level Jawa Timur, yaitu ke-34 dari 38 kabupaten/kota.
IDSD sendiri mengukur daya saing daerah dari berbagai aspek, mulai dari kualitas SDM, infrastruktur, adopsi teknologi, hingga sistem pasar dan inovasi. Salah satu aspek penting dalam indeks ini adalah kemampuan publikasi informasi dan data oleh pemerintah daerah, yang mencerminkan transparansi, kesiapan digital, dan komunikasi pembangunan yang baik kepada masyarakat.
Kemajuan dan Tantangan
Beberapa indikator Bojonegoro mengalami kenaikan signifikan, seperti:
- Infrastruktur: naik dari skor 1,46 (2022) menjadi 3,75 (2024)
- Adopsi TIK: naik dari 3,09 menjadi 4,19
Namun indikator lainnya justru menunjukkan kemunduran:
- Sistem keuangan lokal: turun drastis dari 3,69 menjadi 1,31
- Pasar produk lokal: stagnan di angka 1,44
Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun aspek infrastruktur dan digital mulai diperkuat, kerja publikasi pemerintah daerah masih belum sepenuhnya terkoordinasi dan belum menyentuh ranah distribusi informasi ke masyarakat secara luas.
Perlu Kolaborasi dengan Media Lokal
Menurut kajian BRIN, salah satu kelemahan utama publikasi pemerintah daerah adalah minimnya sinergitas dengan stakeholder komunikasi lokal, terutama media massa dan komunitas digital. Di Bojonegoro, publikasi program pemerintah masih didominasi oleh rilis satu arah melalui website resmi dan akun media sosial OPD, tanpa pelibatan aktif dari pers lokal, pegiat konten, maupun forum komunitas.
Padahal, berdasarkan survei Litbang Kominfo 2023, 85% masyarakat lebih percaya informasi pembangunan jika diperoleh melalui media lokal yang kredibel, dibanding sumber resmi pemerintah yang bersifat formal dan kadang tidak mudah dipahami. Publikasi tak cukup hanya lewat press release. Perlu dialog aktif dengan media, termasuk pelatihan jurnalisme data bagi ASN dan wartawan lokal.
Langkah dan Harapan
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sendiri telah mulai membangun sistem publikasi terpadu melalui PPID dan rencana peluncuran dashboard keterbukaan data berbasis IDSD. Namun, ekosistem komunikasi publik yang kuat tak bisa dibangun sendiri.
Pemkab diharapkan:
- Menginisiasi Forum Sinergi Media Daerah
Tempat kolaborasi rutin antara Pemda, media cetak/online, jurnalis komunitas, dan pengelola konten desa. - Meningkatkan anggaran & pelatihan komunikasi publik
Pelatihan intensif jurnalistik pembangunan bagi humas OPD dan kontributor daerah. - Mengadopsi standar publikasi visual dan naratif
Supaya publikasi tak hanya informatif, tapi juga menarik dan mudah dipahami.
Skor IDSD Bojonegoro tahun 2024 boleh naik, namun kerja publikasi masih butuh perbaikan signifikan. Tanpa membangun sinergi komunikasi dengan media lokal dan masyarakat sipil, informasi pembangunan akan tetap berjalan searah—tidak menjangkau warga sebagai pemilik utama pembangunan itu sendiri.
Dengan kolaborasi yang kuat dan terbuka, Bojonegoro bukan hanya bisa meningkatkan skornya, tetapi juga membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat dan partisipatif. Apalagi Bojonegoro memiliki kekuatan strategis, yakni APBD yang tinggi. (feb)
Editor : M. Nurkhozim