RADARBOJOENGORO.JAWAPOS.COM – Air luapan Bengawan Solo menyebabkan sekitar 66 KK di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno tergenang.
Berdasarkan informasi di lapangan, korban banjir masih belum mendapatkan perhatian dari pemerintah hingga kemarin (21/5).
Menurut Dian, salah satu warga di RT 9/RW 4 Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, banjir menyebabkan akses warga terganggu, dan hanya mengandalkan transportasi perahu. Namun, hingga 3 hari masih belum ada bantuan. ‘’Belum ada bantuan sama sekali, masih sepi,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi mengungkapkan, bahwa pihaknya masih melakukan pendataan untuk asesmen bankir di Kecamatan Baureno.
‘’Rinciannya belum saya terima, (Desa) Lebaksari di catatan kami ada 66 KK,’’ terangnya.
Berdasarkan sumber data dari Perusahaan Umum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, wilayah Bojonegoro memasuki siaga 3 atau merah dengan tren naik.
Tinggi muka air (TMA) mencapai 15,36 meter di atas permukaan laut (mdpl) melebihi batas siaga merah yakni 14,04.
Sementara itu, menurut Relawan Elang Bengawan Rescue (EBR) Budi Santoso, banjir luapan akibat debit air Bengawan Solo naik yang paling parah berada di daerah hilirnya bengawan.
‘’Daerah hilir akan terkena dampak yang lebih parah. Jika dilihat dari angka dan level TMA, permukiman dan rumah warga akan tergenang. Dan di daerah hilir ini, khususnya di Baureno bisa diperkirakan lebih lama terendamnya. Karena di Baureno juga salah satu ujungnya sungai besar, yakni air dari Kali Semar masuk ke Bengawan Solo,’’ jelasnya
Dampak banjir dari luapan Bengawan Solo yang menggenangi permukiman warga di Kecamatan Baureno, Desa Lebaksari 129 rumah, jalan poros desa putus panjangnya sekitar 100 meter.
Kemudian di Desa Kalisari menggenangi 420 rumah. Selain permukiman rumah warga, banjir juga menggenangi beberapa infrastruktur umum, yakni masjid, musala, sekolahan SD dan MI serta balai desa dan polindes di dua desa tersebut.
Dua desa ini terdampak genangan banjir di dalam rumah rata-rata 20 hingga 50 sentimeter. Sedang di jalan lingkungan dan poros desa ketinggian air mencapai 50 sampai 150 sentimeter. Sedangkan di area pertanian sawah dua meter lebih. (dan/cho/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana