RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dua calon jemaah haji (CJH) Bojonegoro yang sudah masuk dalam kloter dinyatakan gagal berangkat haji tahun ini. Satu di antaranya meninggal dunia dan lainnya memilih menunda keberangkatan tahun ini.
Berdasar data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, dua CJH haji Bojonegoro yang sudah masuk dalam kloter dinyatakan gagal berangkat tahun ini. Yakni, seorang ibu yang meninggal dunia. Kemudian, sang anak yang berstatus sebagai CJH pendamping turut menunda keberangkatannya tahun ini. Kemungkinan sang anak akan berangkat tahun depan.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdulloh Hafidz menyampaikan, untuk mengisi kekosongan karena adanya CJH yang gagal berangkat. Maka, akan dialihkan porsinya untuk CJH cadangan 2025.
Menurutnya, meski berstatus sebagai CJH cadangan, tapi rangkaian persiapan sudah dilakukan sejak awal. Mulai dari tes kesehatan, pembuatan paspor, perekaman biovisa, hingga manasik haji. Dilakukan terpisah dengan manasik haji reguler.
Manasik haji cadangan baru dilakukan pada Kamis lalu (8/5). Dengan diikuti total sekitar 170 CJH cadangan Bojonegoro tahun ini. ’’Untuk mengisi kekosongan (akibat CJH gagal berangkat), digantikan oleh CJH cadangan,” ujarnya.
Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, dari total 166 CJH KBIHU Masyarakat Madani, dinyatakan bisa berangkat semua. Tidak ada yang gagal berangkat.
Untuk gagal berangkat haji biasanya disebabkan karena hatinya sudah dipanggil, materi sudah siap, tapi dinyatakan tidak istitaah kesehatan. Selain itu, gagal berangkat juga disebabkan karena CJH tidak dapat melakukan pelunasan biaya haji.
Maka, otomatis akan diganti oleh CJH cadangan. ’’Kalau disebabkan oleh (CJH) wafat, regulasi mengatur ada yang disebut pengganti dari sisi ahli waris,” terangnya.
Berdasar Surat Edaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, tercatat 2.002 calon jemaah haji (CJH) Bojonegoro yang akan berangkat tahun ini. Terbagi atas lima kloter, meliputi kloter 63, kloter 64, kloter 65, kloter 66, dan kloter 67. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana