RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Kecamatan Kalitidu. Warga kesulitan membeli sejak seminggu terakhir.
DPRD mendesak organisasi perangkat daerah (OPD) teknis segera turun ke lapangan untuk mengurai persoalan. Sebab, kondisi ini sebelumnya sudah terjadi.
‘’Padahal, di Surabaya harga gas melon murah. Di sini (Kalitidu) yang desa malah mahal,’’ ujar Lusti warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu kemarin (23/4).
Dia melanjutkan, untuk daerah rumahnya masih terbilang aman. Namun, di rumah mertuanya area Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu setempat sulit didapat. Sudah terjadi sejak tiga hari terakhir.
‘’Infonya Jumat (25/4) besok baru ada. Menyusahkan rakyat kecil ini. Lebaran kemarin juga saya sampai beli gas pink karena sama jualan bakso dan mie ayam,’’ keluh dia.
Nyoto Hadi pengecer gas melon Desa/Kecamatan Kalitidu menambahkan, gas melon langka sekitar seminggu terakhir. Berdasar informasi dari agen, juga mengalami hal serupa.
Hal ini, juga dirasakan pengecer lainnya. ‘’Dari agen bilangnya juga langka. Sama saja pangkalan atau agen katanya kosong. Kata warga lain di pengecer lain juga kosong,’’ ujarnya.
Bahkan, per Rabu (23/4) pihaknya tidak memiliki stok sama sekali. Sedangkan, harga terakhir di angka Rp 22 ribu per tabung.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mendesak organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus segera turun ke lapangan. Mengambil langkah-langkah taktis mengatasi kelangkaan elpiji 3 kg.
‘’Dinas perdagangan segera turun ke lapangan. Segera koordinasikan dengan semua distributor,’’ tegasnya.
Dia menyampaikan, pihak terkait harus segera mengetahui penyebab kelangkaan yang terjadi. Agar ke depan hal ini tidak terjadi kembali.
‘’Dinas perdagangan harus segera mengetahui penyebab kelangkaan ini terjadi,’’ kata pria yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Bojonegoro itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana