Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pangkalan Gas Melon di Bojonegoro Bertambah, Namun Warga dan Pengecer Keluhkan Kelangkaan Elpiji

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 23 April 2025 | 18:16 WIB
LANGKA: Warga di Kecamatan Ngraho kesulitan mengakses gas elpiji 3 kilogram. (SEPTI SETYO WANDANI/RADAR BOJONEGORO)
LANGKA: Warga di Kecamatan Ngraho kesulitan mengakses gas elpiji 3 kilogram. (SEPTI SETYO WANDANI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pangkalan elpiji 3 kilogram (kg) tercatat mengalami penambahan. Dari 1.373 menjadi 1.414 pangkalan.

Namun, warga dan pengecer di Kecamatan Ngraho mengeluhkan kelangkaan.

‘’Sering kosong (gas melon),’’ keluh Dwi Wulandari warga Kecamatan Ngraho kemarin (22/4).

Wulan mengatakan, terkait harga di Rp 22 ribu per elpiji sejak awal Februari. Sebelumnya masih di harga Rp 20-21 ribu. Namun, kini sulit didapat.

Menurutnya, hanya waktu-waktu tertentu mudah didapatkan. ‘’Iya, kalau ada, ya ada, kalau tidak ya sama sekali nggak ada. Saya beli di pengecer. Kemarin waktu lebaran malah keroyokan itu elpiji,’’ ujarnya.

Nikmatul Khoiriyah pengecer gas melon mengeluh, elpiji 3 kg itu kembali langka. Penjual dibatasi dalam pembelian. Kelangkaan ini terjadi awal bulan pascalebaran. ‘’Kan saya punya sepuluh tabung, hanya diberi empat sampai lima tabung dari agen. Pengirimannya seminggu sekali tidak pasti,’’ keluhnya.

Dia menambahkan, agen beralasan hal itu dikarenakan pengiriman dari pusat yang sering telat.

Sementara itu, Ira Rimbawa warga Kecamatan Kepohbaru mengatakan hak berbeda. Di daerahnya gas melon dibanderol seharga Rp 20-21 ribu per tabung.

‘’Setahun yang lalu itu langka. Harga bisa tembus Rp 25 ribu,’’ ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Manajer Comm & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, informasi di lapangan kondisi penyerapan normal.

Sebelum Idul Fitri pasokan gas elpiji diklaim cukup banyak. Terkait keluhan di Kecamatan Ngraho, kemungkinan pangkalan memprioritaskan penjualan ke konsumen secara langsung dibanding ke sub pangkalan.

‘’Mungkin pangkalan prioritas penjualan ke konsumen langsung,’’ klaimnya.

Sebab, lanjut dia, telah terjadi penambahan pangkalan dari 1.373 menjadi 1.414 pangkalan.

Menurutnya, rerata kecamatan diisi sekitar 50 pangkalan. Berdasar data Pertamina Patra Niaga, kecamatan terbanyak pangkalan gas melon yakni Kecamatan Padangan sebanyak 102 pangkalan dan Kecamatan Baureno sejumlah 95 pangkalan. Sementara itu, kecamatan dengan pangkalan terendah meliputi Kecamatan Kedewan hanya 13 pangkalan; Kecamatan Bubulan 14 pangkalan; serta Kecamatan Margomulyo dan Sekar masing-masing 17 pangkalan. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#agen #pertamina patra niaga #kelangkaan #elpiji 3 kg #pengecer #Pascalebaran #elpiji 3 kilogram #elpiji #kepohbaru #pangkalan #ngraho #bojonegoro #kelangkaan elpiji #gas melon #pangkalan elpiji #Pengecer Gas