RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 2.473 calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap pertama di Bojonegoro masih belum tenang.
Sebab, belum mengantongi nomor induk pegawai (NIP), atau pengisian daftar riwayat hidup (DRH).
Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro memastikan 2.494 calon PPPK tahap pertama itu sudah diajukan dan menunggu persetujuan teknis (pertek) di Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Kemudian, tes CAT (computer assisted test) calon PPPK gelombang ke dua masih belum ada kepastian. Juga menunggu jadwal dari BKN. Diprediksi akhir April sampai Mei mendatang.
‘’Sekarang yang tahap satu masih proses usulan, kita masih menunggu persetujuan teknis,” Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Aparatur Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Daniar Surya Adi Permana.
Daniar menjelaskan, bahwa pada tahap 1 tersebut, jumlah pendaftar yang masuk proses usulan terdiri dari formasi tenaga teknis yakni 2.473, guru yakni 17 orang, dan 4 tenaga kesehatan. ‘’Totalnya yang terisi pada tahap pertama 2.494, sudah diusulkan NI PPPK,” imbuhnya.
Sementara itu, pada proses rekrutmen PPPK tahap dua, telah selesai proses seleksi administrasi. Sebanyak 2.108 peserta dinyatakan lolos. ‘’Terdiri dari tenaga teknis 764, guru 1.313, dan kesehatan 31,” bebernya.
Kemudian, langkah selanjutnya bagi PPPK gelombang ke dua itu, masih belum ada kepastian tanggal ujian CAT (computer assisted test).
Menurutnya, saat ini masih menunggu jadwal seleksi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). ‘’Tahap dua, perkiraan akhir April sampai Mei itu seleksi CAT,” pungkasnya.
Diketahui, pada rekrutmen PPPK 2024 tersebut, dibagi menjadi dua gelombang dengan total kuota mencapai 4.001 pegawai di lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Sementara itu, jumlah peserta tersisa mencapai 4.602, meliputi 2.494 tahap pertama, dan 2.108 tahap dua. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana