Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro & Wakil Direktur RSIM Sumbberejo Meninggal Saat Umrah, Terlibat Laka Bus dari Madinah ke Makkah

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 22 Maret 2025 | 20:43 WIB
RUMAH DUKA: Karangan bunga untuk almarhumah Eny Soedarwati tertata rapi di halaman rumah duka turut Desa Sobontoro, Kecamatan Balen kemarin (21/3). (YUAN EDO RAMADHANA/RADAR BOJONEGORO)
RUMAH DUKA: Karangan bunga untuk almarhumah Eny Soedarwati tertata rapi di halaman rumah duka turut Desa Sobontoro, Kecamatan Balen kemarin (21/3). (YUAN EDO RAMADHANA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dua jemaah umrah asal Bojonegoro meninggal dunia dalam kecelakaan bus dari Madinah menuju Makkah, Kamis (20/3). Yakni, Eny Soedarwati salah satu anggota Komisi B DPRD Bojonegoro dan dr. Dian Novita Wakil Direktur Rumah Sakit Islam Muhammadiyah (RSIM) Sumberrejo.

Berdasar laporan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, bus rombongan umrah mengalami kecelakaan di jalan Madinah-Makkah turut Wadi Qudaid, sekitar 150 kilometer ke utara dari Jeddah.

Diduga bus jemaah umrah ditabrak oleh sebuah mobil jip yang mencoba menyalip bus tersebut. Sehingga, menyebabkan bus terguling dan kemudian terbakar. Dari total 20 penumpang warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat kecelakaan, dilaporkan ada enam orang meninggal dunia, dua di antaranya jemaah dari Bojonegoro tersebut.

M. Yasin salah satu keluarga Eny Soedarwati mengatakan, keluarga dan kawan-kawan Eny terakhir berkomunikasi langsung dengan Eny sebelum berangkat ke Tanah Suci. Selain syukuran dan makan bersama.

Eny meminta doa restu agar diberi keselamatan dalam menjalankan ibadah sehingga menjadi umrah yang mabrur. ’’Beliau juga berkata kepada saya, Bapak'e, saya waktu hari raya (Lebaran) nanti masih di sana. Saya berangkat hingga 17 hari, jadi sekalian ambil cuti,” bebernya ketika ditemui di kediaman Eny di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen.

Menurutnya, Eny merupakan sosok yang adil dan merakyat semasa hidupnya. Dengan cita-cita almarhumah membawa Bojonegoro melalui kursi legislatif. Eny juga sering berkomunikasi dengan tokoh agama hingga masyarakat.

Tidak membeda-bedakan siapa pun itu. Meski takdir telah telah berkehendak. Yasin mengaku, kabar duka ini membuat keluarga merasa kehilangan. Meski begitu, ia dan keluarga tetap menerima dengan lapang.

Terlebih, Eny meninggal pada malam Jumat saat melaksanakan ibadah umrah. ’’Untuk rencana pemakaman masih simpang siur, tapi pandangan kami kemungkinan dimakamkan di Tanah Suci,” terangnya.

Terpisah, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar menyampaikan duka mendalam. Terlebih, almarhumah Eny Soedarwati merupakan kader PKB. Sedangkan, dr. Dian Novita juga masih kerabat dekatnya. Bahkan, adik sepupu Umar.

’’Kami sangat berduka atas kepergian (kedua) almarhumah,” terangnya. Umar mengaku telah mendapat kabar tersebut pada Kamis malam lalu (20/3). Dan, pasca menerima kabar duka langsung tersebut, seluruh jajaran DPC dan dewan pengurus anak cabang PKB untuk melaksanakan salat gaib. 

’’DPC PKB sudah mengimbau kepada seluruh jajaran untuk melaksanakan salat gaib untuk semua korban,” imbuhnya.  

Sementara itu, meski telah ramai diberitakan, pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro masih belum mendapat informasi resmi terkait kecelakaan bus di Tanah Suci tersebut.

’’Betul ada dua (jemaah umrah asal Bojonegoro yang meninggal akibat kecelakaan tersebut). Namun, secara resmi kami belum mendapat informasi terkait itu. Jadi, dapatnya baru dari media,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdulloh Hafidz.

Dia mengatakan, dua jemaah yang terlibat kecelakaan bus tersebut menggunakan travel dari luar Bojonegoro. Yakni, Bekasi (Travel Madani Alam Semesta). Sehingga, dari Kantor Kemenag Bojonegoro cukup sulit dalam memantau.

Bahkan, belum mendapat kepastian terkait laporan resmi hingga kemarin (21/3). Jadi, masih menunggu. ’’Untuk masyarakat kalau berangkat umrah, disarankan menggunakan travel-travel dari Bojonegoro saja. Sehingga, mudah dalam pengawasan dan koordinasinya,” lanjutnya. (ewi/dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#makkah #arab saudi #Dian Novita #kjri #kjri jeddah #eny soedarwati #abdullah umar #jeddah #Kemenag Bojonegoro #Lebaran #kemenag #dprd bojonegoro #sumberrejo #bojonegoro #kecelakaan #umrah #ibadah #wni