Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BUMDes: Pedagang Dituntut Melek Digital Agar Pedagang Pasar Tradisional Bisa Bertahan

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 6 Maret 2025 | 18:23 WIB
TAK TERAWAT: Kondisi Pasar Klepek, Kecamatan Sukosewu ini tak terawat, mulai ditinggalkan pembeli, seiring maraknya belanja online. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
TAK TERAWAT: Kondisi Pasar Klepek, Kecamatan Sukosewu ini tak terawat, mulai ditinggalkan pembeli, seiring maraknya belanja online. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pasar tradisional menjadi tulang punggung perekonomian di pedesaan. Telah terbukti menjadi fondasi ekonomi keluarga.

Namun, eksistensinya mulai tergusur seiring pesatnya perkembangan teknologi. Adanya platform belanja online menjadi ancaman sekaligus tantangan.

Sebab, jadi rerata pilihan terutama generasi muda sekarang. Padahal, banyak hal yang menarik dan tidak dapat digantikan dari pasar tradisional.

Nuansa belanja menyentuh barang secara langsung, interaksi pembeli dan penjual, hingga berburu tren model pakaian saat ramai karena musim panen. Harus ada inovasi. Pedagang dipacu mulai berlajar teknologi.

Menurut Sekretaris Badan Usaha Milik (BUM) Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu Nur Khamid, Pasar Sukorame berdiri sejak 1980. Tempat puluhan pedagang mencari nafkah.

‘’Kini sudah direhabilitasi jadi lebih baik. Dikelola BUMDes (badan usaha milik desa),” katanya.

Khamid menjelaskan, di Pasar Sukorame tercatat sebanyak 30 kios baru, dan 39 pedagang lapak atau lesehan yang tidak memiliki bidak. Masih berpotensi bertambah pedagang musiman saat hari pasaran. Yakni Pon dan Kliwon. Dan lebih ramai saat musim panen. ‘’Penertiban pedagang lapak ini masih jadi kendala. Sulit diatur dan ditata sesuai perencanaan pasar,” ujarnya.

TAK TERAWAT: Kondisi Pasar Klepek, Kecamatan Sukosewu ini tak terawat, mulai ditinggalkan pembeli, seiring maraknya belanja online. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
TAK TERAWAT: Kondisi Pasar Klepek, Kecamatan Sukosewu ini tak terawat, mulai ditinggalkan pembeli, seiring maraknya belanja online. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

Dia menyampaikan, pedagang pasar tradisional kini mengalami tantangan besar. Yakni perkembangan belanja online yang mengurangi jumlah pengunjung. Banyak pedagang mengeluh. Sehingga dibutuhkan inovasi.

BUM Desa Purwoasri dipaksa beberapa program, di antaranya membagikan hadiah tahunan dengan sistem undi, mengajak seluruh pedagang ikut karnaval saat perayaan kemerdekaan setiap Agustus, serta sosialisasi dan pelatihan bagi pedagang agar bisa jual secara online.

‘’Harapannya bisa membantu pedagang tradisional mampu bersaing di era digital,” harap dia.

Sementara itu, kondisi mengkhatirkan juga terjadi di Pasar Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu. Bahkan, tak jarang pedagang berpikir untuk pindah.

Sebab, semakin sepi pembeli. Seperti dialami Hanifah pedagang roti goreng. ‘’Dulu pasar bisa ramai sampai siang, sekarang pukul 09.00 sudah sepi,” keluhnya.

Menurutnya, pembeli semakin berkurang. Padahal pasar dan pedagang buka setiap hari. Ramainya pasar hanya terjadi di hari tententu seperti pasaran di Kliwon dan Pahing.

Hal sulit juga dialami saat biaya sewa kios naik menjadi Rp 400 ribu per tahun. ‘’Pendapatan dari berjualan tak sebanding dengan biaya sewa yang harus dibayar,” tambah Sumirah pedagang sayur di pasar setempat.

Menurutnya, kondisi itu menyebabkan banyak pedagang mempertimbangkan untuk pindah ke pasar yang lebih ramai. Juga, ada yang lebih memilih alih profesi.

Dia berharap, muncul kebijakan yang membantu pasar tradisional tetap bertahan. ‘’Misal ada kegiatan yang lebih menarik. Contohnya bazar atau promosi pasar tradisional,” usul Sumirah. (nnd/oss/yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sukosewu #Desa #Lapak #pasar #teknologi #bumdes #perekonomian #pasar tradisional #Sukorame #belanja online #Generasi Muda #Ekonomi #bojonegoro #hadiah #pedagang musiman #Bidak #bazar #Promosi #Pedagang