Area Sekitar Pengeboran Minyak Lapangan Sukowati Diduga Tercemar Limbah, Pertamina Bantah Terjadi Pencemaran
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dugaan pencemaran limbah di sekitar area pengeboran minyak Pertamina EP Sukowati, sedang didalami Polres Bojonegoro. Setelah mendapat keluhan dari warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, pengecekan pun dilakukan pada Minggu (16/2) di area persawahan warga setempat.
Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Bayu Adjie Sudarmono mengatakan, sedang mendalami dugaan limbah di persawahan warga, namun untuk memastikan hal tersebut telah dilakukan pengambilan sampel.
‘’Sudah dicek di TKP, dan kita ambil sampel airnya,” ungkapnya kemarin (17/2).
Kasatreskrim menambahkan, sampel air yang diduga mengandung solar itu, selain akan dicek di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), juga dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.
‘’Saat ini kita proses kirim ke Labfor Polda, namun untuk hasilnya kapan, kami belum bisa memastikan,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Dikonfirmasi terpisah, Manager Sukowati Field Arif Rahman Hakim mengatakan, tidak ada limbah ceceran solar yang keluar dari lokasi ‘’Dipastikan tidak ada limbah yang keluar dari lokasi (PAD B), tim memperluas pengecekan ke area pengeboran. Hasilnya, didapatkan sumber ceceran yaitu dari tangki solar untuk kebutuhan genset kontraktor,” terangnya.
Arif menambahkan, begitu menerima laporan warga, pihaknya langsung melakukan pengecekan di area fasilitas produksi PAD B. Setelah dipastikan aman, area pemeriksaan diperluas hingga area pengeboran sumur SKW 38.
“Kami langsung melakukan pembersihan, dan kami upayakan ceceran tersebut tidak lagi ada dalam saluran air,” imbuhnya.
Selain itu, terkait dugaan pembuangan limbah ke saluran air itu, PEP Sukowati Field akan melakukan investigasi lanjutan bersama tim drilling dan para vendor yang beraktifitas di lokasi yakni PT ASRI. “Jika terbukti, kami memastikan akan memberikan peringatan keras kepada kontraktor sesuai dengan aturan yang berlaku’’, tutup Arif. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari