Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menanti Realisasi Kampus Negeri di Bojonegoro, Akademisi Desak Dialog

Hakam Alghivari • Senin, 10 Februari 2025 | 19:08 WIB

 

 

RENCANA: Gedung Pusdiklat Bojonegoro yang berada di Kecamatan Dander rencananya akan dijadikan untuk PSDKU Universitas Brawijaya.
RENCANA: Gedung Pusdiklat Bojonegoro yang berada di Kecamatan Dander rencananya akan dijadikan untuk PSDKU Universitas Brawijaya.

Rencana pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya Malang (UB) Malang di Bojonegoro masih bergulir. Sementara, akademisi perguruan tinggi swasta (PTS) lokal berpendapat hal itu memengaruhi daya serap mahasiswa. Sehingga, mendesak untuk dialog bersama.


BERDASAR data Sistem Informasi Umum Pengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) telah diunggah paket pengadaan langsung Perencanaan Penataan Landscape Kawasan Gedung Pusdiklat Bojonegoro untuk PSDKU UB. Senilai Rp 100 juta.

Mengingat pada Juni 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sedang mematangkan persiapan pendirian PSDKU UB tersebut. Rencananya, ada tiga fakultas bakal dibuka, meliputi Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ilmu Komputer.

Menurut Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro Usman Roin menegaskan, pendirian PSDKU UB perlu kajian lebih mendalam. Tujuannya tidak membuat  PTS gelisah. Juga, dibangun dialog antara UB dengan PT yang ada.

’’Agar pendiriannya tidak membuat PTS di Bojonegoro gelisah. Perlu dibangun dialog bukan sekadar sebelah pihak dengan pengambil kebijakan,” ujar Usman. Dia menambahkan, hal itu tidak lepas dari nama besar UB.

Menurutnya, jika ada kesamaan program studi (prodi) membuat daya serap mahasiswa PT di Bojonegoro menurun. ’’Bila ada kesamaan prodi otomatis kan akan tersedot secara minat (daya serap mahasiswa),” ujarnya.

Guru Besar Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro Sri Minarti menilai, bahwa program studi yang bakal didirikan harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Bojonegoro. Menurutnya, hal itu bisa mulai dianalisis, SDM apa yang dibutuhkan masyarakat.

’’Sebab, selama ini rerata (prodi) yakni Ilmu Sosial, tapi belum ada prodi kehutanan, pertanahan, hingga perminyakan. Padahal, di Bojonegoro membutuhkan,” imbuhnya.

Wakil Rektor IKIP PGRI Bojonegoro Ima Isnaini Taufiqur Rohmah mengatakan, pada dasarnya kehadiran UB di Bojonegoro tentunya bertujuan untuk memperluas akses bagi masyarakat Bojonegoro untuk mengenyam pendidikan di PTN.

Sehingga, sebagai pengelola PTS di Bojonegoro berharap jika memang UB beroperasi mengharapkan sinergi positif bersama IKIP PGRI. ’’Program studi yang ditawarkan bukan program studi sejenis yang telah ada dan dibuka oleh PTS lokal,” tambahnya.

Baca Juga: Menanti Realisasi Kampus Negeri di Bojonegoro, Akademisi Desak Dialog

Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Ridlwan Hambali mengungkapkan rencana ini tentu bakal menimbulkan dampak plus minus. ‘’Kampus-kampus lokal yang memiliki program studi mirip atau bahkan sama tentu akan terancam, tapi dengan masuknya kampus negeri tentu sedikit banyak membuat Bojonegoro lebih dikenal dalam pendidikan,” ungkapnya.

Namun, ia secara pribadi menilai langkah ini masih belum ada titik terang. Sebab, sebenarnya banyak kabupaten lain yang juga tengah mengajukan diri melalui PSDKU. ‘’Jadi Bojonegoro termasuk kota ke sekian, namun pada realisasinya apakah akan berjalan. Semua bergantung pendekatan pemerintah daerah nantinya,” ungkap Hambali.

Siswa dan Mahasiswa Senang Menyambut Kampus Negeri

Adinda Zahrani mahasiwi UB Malang asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kota menilai dengan adanya UB berpotensi memperluas kesempatan akses pendidikan lebih baik. Namun, Membahas representasi kehadirannya diterima atau tidak. ‘’Menurut saya pribadi ini satu langkah bagus,” pendapat

Adinda berpandangan, lingkungan Pendidikan Bojonegoro berhasil melahirkam sosok-sosok hebat di Indonesia. Seperti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratiko dan Rektor UB Malang Widodo.

Sehingga, lanjut dia, adanya pembangunan PSDKU UB di Bojonegoro bisa memperluas kesempatan generasi muda Bojonegoro mengakses pendidikan lebih baik. ’’Terlebih, karena UB top 10 kampus terbaik di Indonesia,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, adanya UB juga bisa membuka kesempatan Bojonegoro dikenal secara luas. Membawa dampak positif terutama perkembangan perekonomian masyarakat lokal. Serta, menumbuhkan persaingan sehat dunia Pendidikan. ‘’Karena menjadi kota pelajar. Apresiasi juga untuk Prof. Widodo dalam upaya Kembali pulang untuk membangun kampung halaman,” tuturnya.

Ardelia Nafi’ah mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dari Desa/Kecamatan Sugihwaras menambahkan, pendirian PSDKU UB di Bojonegoro merupakan langkah bagus. ’’Terutama untuk pemerataan pendidikan. Harapannya mengembangkan sumber daya manunia (SDM) lokal lebih siap bersaing,” ungkapnya.

Azizah siswa kelas 12 SMKN Dander mengatakan, senang dengan adanya rencana pendirian PSDKU UB di Bojonegoro. ’’Senang banget karena dekat dengan rumah dan bangga kalau bisa kuliah di kampus ternama,’’ katanya.

Dia melanjutkan, berdirinya PSDKU UB di Bojonegoro juga dapat menjadi solusi karena banyak orang tua yang tidak memperbolehkan putra-putrinya pergi merantau untuk melanjutkan pendidikan ke luar kota. Entah karena faktor tidak tega atau dari sisi ekonomi. (dan/irv/yna/ewi/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#psdku polije ngawi #akademisi #universitas brawijaya #kampus negeri #bojonegoro #ub #realisasi