BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar, mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan. Sejak tahun lalu, telah beroperasi angkutan pelajar gratis.
Jika tahun lalu dianggarkan dari dana corporate social responsibility (CSR) badan usaha milik daerah (BUMD). Tahun ini mulai dianggarkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Totalnya sekitar Rp 7,4 miliar.
‘’Angkutan pelajar gratis dianggarkan tahun ini di APBD,” kata Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto kemarin (21/1).
Menurut dia, anggaran angkutan pelajar gratis baru dialokasikan tahun ini. Sebelumnya tidak bersumber APBD. Sebaliknya dari CSR. Program itu mengacu jarak rumah dengan sekolah, keselamatan pelajar, hingga ekonomi orang tua siswa.
‘’Pertimbangannya banyak. Yang jelas itu penting dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu menyampaikan, alokasi anggaran angkutan pelajar gratis mecapai Rp 7,4 miliar. Realisasi melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dinas perhubungan (dishub).
‘’Dianggarkan Rp 7,4 miliar selama satu tahun. Pelaksanaan melalui dishub,” imbuh politikus asal Kecamatan Baureno itu.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Darat dan Air Dishub Bojonegoro Mohammad Aris Hidayatullah mengatakan, angkutan pelajar gratis direncanakan masih beroperasi tahun ini.
Namun, terkait jumlah armada belum bisa dipastikan. Berpotensi bertambah sesuai animo pelajar. ‘’Rute masih sama seperti tahun lalu,” terangnya.
Rute itu meliputi seputar perkotaan, Jalan raya Bojonegoro-Baureno, Jalan raya Bojonegoro-Padangan, dan Jalan Raya Bojonegoro-Temayang.
Aris menegaskan, sumber dana angkutan pelajar gratis tahun ini berbeda dari sebelumnya, yakni APBD. Sedangkan, sebelumnya bersumber CSR.
Di antaranya Bank Jatim, PD BPR Bank Daerah Bojonegoro, dan PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS). ‘’Tahun ini (anggaran) dari APBD. Nilainya Rp 7,4 miliar. Tahun lalu dana CSR tiga perusahaan,” bebernya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana