BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Cabang olahraga (cabor) anggota KONI Bojonegoro diminta membuat target dalam pembinaan atlet dalam meraih prestasi. Terlebih anggaran hibah untuk KONI dan cabor tahun ini Rp 10 miliar (M).
Dari hibah Rp 10 M tersebut, 60 persen diberikan ke cabor untuk pembinaan atlet agar berprestasi. Sementara untuk program KONI. Mulai pekan olahraga kabupaten (porkab) hingga pemusatan latihan kabupatan (puslatkab).
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Labupaten Bojonegoro Amir Syahid mengatakan, KONI dan cabor bukan hanya menerima dana saja. Namun harus ada target diraih. Terlebih pemkab sudah mengalokasikan untuk cabor melalui KONI.
‘’KONI merupakan salah satu penerima hibah yang diusahakan setiap tahun,” ungkapnya saat menjadi pembicara Workshop Tata Kelola Keuangan bagi anggota KONI Kabupaten Bojonegoro.
Amir menjelaskan, penggunaan anggaran dari hibah KONI harus direncanakan dan dikelola dengan baik. Sehingga target yang telah ditentukan tambah dia bisa terealisasi.
‘’Tolak ukur berupa banyaknya medali dalam hal ini prestasi yang diraih oleh cabor,’’ tegasnya.
Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Bojonegoro M. Arifin mengatakan, pertanggungjawaban cabor harus sesuai dengan perencanaan yang dilakukan. Terlebih dana hibah bersumber dari APBD.
‘’Tentu harus ada pertanggungjawabannya,” jelasnya.
Kabag SDM Polres Bojonegoro Kompol Abdul Imam mengatakan, ketika anggaran digunakan sesuai perencanaan yang sudah dibuat tidak akan menjadi masalah. Tentu sesuai program yang dijalankan.
‘’Harus jelas digunakan untuk apa,” ungkapnya.
Ketua Umum KONI Kabupaten Bojonegoro Sahari menjelaskan, workshop digelar bertujuan agar cabor mempunyai gambaran secara luas mengenai pengelolaan keuangan. Setidaknya cabor memahami bahwa anggaran pembinaan yang diperolah harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang ada.
‘’Dan tentu saja muaranya adalah terwujudnya target prestasi yang dibebankan,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana