BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Persibo Bojonegoro bakal melawan Persela Lamongan di Stadion Tuban Sport Center (TSC) hari ini (21/12). Laga tersebut tertajuk derby perebutan puncak klasemen sementara grup 3 Liga 2.
Mengingat, selain The Giant Killer dan Laskar Joko Tingkir memiliki rivalitas, juga saat ini hanya berbeda dua poin di klasemen sementara. Persela berada di puncak klasemen dengan 22 poin, sementara Persibo di posisi kedua dengan 20 poin.
Sehingga, hasil laga berlangsung di Stadion TSC tersebut penting untuk kedua tim. Demi menjadi pemuncak klasemen. Namun, kondisi kedua tim berbeda 180 derajat. Klub Kota Soto sedang dalam tren positif dengan tiga kemenangan beruntun.
Sedangkan, tim Kota Ledre dalam sorotan setelah menelan dua kekalahan dari tiga laga terakhir di bawah pelatih baru Kahudi Wahyu.
Pengamat sepak bola Boy Singgih mengatakakan, bahwa pertandingan ini Persibo wajib menang bila ingin menjaga peluang lolos ke delapan besar. Ketika kalah jarak poin dengan puncak klasemen semakin jauh dan bisa tergeser dari posisi kedua oleh Persipal Palu dan Deltras FC Sidoarjo.
Namun, kondisi Persibo saat ini terlihat sangat pelik. Klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro belum menemukan performa terbaik pasca ganti pelatih. Tepatnya, dari Regi Aditya ke Kahudi Wahyu. Sebaliknya, skuad Persela semakin nyetel.
Terlihat dari hasil positif didapat anak asuh Zulkifli Syukur di beberapa pertandingan terakhir. ’’Jadi, nampaknya ini akan jadi pertandingan yang sulit bagi Persibo,” ungkapnya.
Manajer Kompetisi dan Pengembangan Klub Persibo Ali Mahmud meminta doa dan dukungan suporter dan masyarakat Bojonegoro pada laga kontra Persela. Agar mampu meraih hasil maksimal mencuri poin di kandang lawan.
Ali mengaku manajemen, pelatih, dan pemain bakal berusaha maksimal di laga tandang ke Stadion TSC. Tentu demi menjaga asa lolos ke babak delapan besar dan mencapai target naik kasta ke Liga 1. ’’Sejak awal manajemen Persibo target naik kasta ke Liga 1 musim ini,” ujarnya. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana