BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bagi warga yang melintas atau beraktivitas lain di sepanjang rel kereta api (KA) harus waspada.
Sebab, berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya yang meliputi Bojonegoro,
Mulai Januari hingga Juni 2024 telah terjadi 51 kejadian laka. Rinciannya, 28 KA tertabrak kendaraan, dan laka KA dengan pejalan kaki 23 kejadian.
Angka tersebut tak jauh berbeda dari periode yang sama pada 2023, yakni 53 kejadian. Meliputi yakni 25 KA tertabrak kendaraan dan 28 KA menabrak warga.
Terakhir, Bocah 11 tahun asal Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota pada Minggu (7/7) tewas saat main layang-layang tertabrak KA.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, KAI Daop 8 Surabaya menjadikan atensi serius terkait dengan keselamatan perjalanan KA, khususnya di lokasi perlintasan sebidang.
Pihaknya mengklaim telah memberikan upaya sosialisasi kepada warga di sekitar rel dan sekolah. ‘’Agar tidak melakukan aktivitas di jalur KA, serta waspada dan berhenti untuk memastikan tidak ada KA yang melintas,’’ ujarnya.
KAI Daop 8 Surabaya juga telah melakukan upaya lain, yakni dengan menutup perlintasan sebidang, dan menutup potensi timbulnya perlintasan baru sebidang dari warga, hingga memasang banner di perlintasan sebidang yang dijaga swadaya.
‘’Adapun cikal bakal perlintasan sebidang yang dibongkar merupakan perlintasan sebidang yang dibuat oleh masyarakat dengan bahan seadanya,’’ bebernya.
Diketahui, sejak lima tahun terakhir 2019-2024, KA yang melintas di wilayah Bojonegoro memakan korban jiwa setiap tahunnya.
Bahkan tahun ini, terdapat dua korban meninggal, yakni K (inisial), warga Kecamatan Peterongan, Jombang yang ditemukan tewas di rel KA Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu pada 21 Juni lalu.
Kemudian, kejadian pada Minggu (7/7) lalu, korban yakni Mochamad Bagaskara. Remaja 11 tahun itu kehilangan nyawa setelah tertabrak KA Cargo. Korban yang tinggal di Jalan Panglima Polim, Gang Akasia, Kelurahan Sumbang, terlibat laka saat bermain layangan. Kasi Humas Polres Bojonegoro Iptu Supriyanto mengatakan, kejadian itu bermula saat korban dan tiga temannya sedang bermain layang-layang di Jalur Rel KA bagian hulu (selatan). Sekitar pukul 15.25 itu, melintas KA Ambarawa di Rel bagian hilir, dari arah timur ke barat. Lalu, bersamaan di jalur hulu juga melintas KA Cargo.
‘’Karena korban sedang bermain layang-layang dan memperhatikan layang-layangnya ke arah atas, sehingga korban tidak memperhatikan ada Kereta Api,’’ terangnya berdasarkan laporan kejadian. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana