Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Balada Pengangguran: Syarat Lamar Kerja Makin Kesini Makin Sulit

Hakam Alghivari • Senin, 1 Juli 2024 | 19:45 WIB
Pemuda mencari kerja, sejak Januari hingga Mei tercatat 1.009 warga Bojonegoro mencari pekerjaan.
Pemuda mencari kerja, sejak Januari hingga Mei tercatat 1.009 warga Bojonegoro mencari pekerjaan.

Puluhan hingga ratusan lulusan SMA/SMK sederajat hingga S1 tercatat sebagai pengangguran. Di tengah bonus demografi, daya saing semakin tinggi. Banyak keluhan syarat lamar kerja makin sulit dan juga ada saja yang tertipu lowongan kerja.


SEPTI Ika Pratiwi telah lulus SMK tahun ini. Ijazah SMK telah ia kirim ke banyak perusahaan untuk melamar kerja. Namun, tak kunjung ada panggilan. Sehingga, statusnya sebagai pengangguran tentu bikin gelisah.

Alumni siswi SMKN 3 Bojonegoro itu telah mengirim surat lamaran pekerjaan, baik di Bojonegoro maupun luar kota. Ia menilai aneka persyaratan mempersulitnya. Salah satunya, syarat pelamar harus memiliki pengalaman satu tahun kerja.

Persyaratan tersebut mempersulit para fresh graduate untuk mendapat pekerjaan. ’’Susah, persyaratannya minimal berpengalaman satu tahun. Terkadang aneh, terbuka untuk yang baru lulus, tapi syaratnya harus sudah berpengalaman,” ujarnya.

Dia melanjutkan, bahwa persyaratan good looking juga kerap mempersulit dapat kerja. Menurutnya, syarat berpenampilan menarik masih bisa diterima karena dapat diartikan dengan bersih dan rapi.

Namun, beda lagi dengan persyaratan mengharuskan pelamar cantik atau ganteng. ’’Sebenarnya informasi loker (lowongan kerja) ada banyak, cuma syaratnya agak gimana gitu,” katanya.

Evi Dwi, perempuan asal Desa Sumberarum, Kecamatan Dander juga mengatakan, sudah melamar di sekitar tiga tempat kerja setelah lulus kuliah. Namun, rerata tidak sesuai dengan jurusan semasa kuliah.

Banyak informasi loker betebaran di media social (medsos), tapi cukup sulit apabila harus benar-benar sesuai dengan jurusan. ’’Kalau saya tidak terlalu pilih-pilih soal pekerjaan. Meski tidak sesuai jurusan, tidak masalah, yang penting bisa mendapat pekerjaan,” ujar alumni S1 Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut.

Menurut dara 24 tahun tersebut, persyaratan lamaran pekerjaan di negara ini memang cukup banyak. ’’Terkadang segudang persyaratan juga tidak sebanding dengan gaji yang diberikan,” bebernya.

60 Persen Lulusan SMK Terserap

Tahun ini terdapat 7.336 siswa SMK dan 5.565 siswa SMA dinyatakan lulus pada 6 Mei lalu. Hingga saat ini, sekitar 60 persen lulusan SMK sudah terserap di dunia industri dan dunia kerja.

Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Agung Prijono mengatakan, BKK SMK terus membantu dan mendampingi lulusan yang belum terserap. Setiap SMK rerata sudah bekerja sama dengan 70 perusahaan.

Mayoritas perusahaan di bidang garmen menyerap lulusan di Bojonegoro. ’’Terkait pemagangan siswa dan rekrutmen,” ujarnya. (ewi/irv/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#pengangguran #kerja #sma #lowker #lowongan #smk