Gelisah dan cemas hinggap kepada beberapa calon legislatif (caleg). Mengingat jumlah suara yang masuk di sistem real count KPU rerata masih 73 persen, tapi perebutan kursi lumayan sengit. Tak sedikit caleg optimistis klaim mengamankan kursi.
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Puncak pesta demokrasi telah usai pada 14 Februari lalu. Prosesnya masih bergulir hingga kini, perolehan suara masing-masing calon legislatif (caleg) belum bisa dipastikan. Namun, rerata dari mereka baik petahana hingga baru mengklaim mampu amankan kursi.
Bahkan, satu daerah pemilihan (dapil) digadang bakal diduduki dua kader dalam satu partai politik (parpol). ’’Saya punya sistem hitung cepat sendiri,” kata Caleg Petahana Dapil Tiga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Ahmad Supriyanto kemarin (18/2).
Dia melanjutkan, sudah mengetahui hasil satu jam setelah perhitungan dari pemungutan suara DPRD kabupaten. Dia membeberkan, berdasar perhitungan media pribadinya memperoleh 13.075 suara. Total dengan partai menjadi 20.218 suara.
Ketika ditanya terkait perolehan suara sementara yang masih bisa berubah khususnya bertambah, Pri sapaan akrabnya mengatakan, tidak ada rasa was-was. Sebab, menurutnya, sistem pemilu digunakan komisi pemilihan umum (KPU) saat ini dinilai baik dan sulit adanya kecurangan.
’’Tidak ada sama sekali (rasa was-was),’’ katanya. Hanya, dia menyampaikan, sumber daya manusia (SDM) penyelenggara seperti panitia pemungutan suara (PPS) dan kelompok penyelanggara pemungutan suara (KPPS) perlu dievaluasi.
Banyak dari mereka tidak profesional. Proses rekrutmen dinilai tidak objektif. ’’Sehingga netralitas unsur penyelenggara dan pengawas diragukan. Tapi, bagi saya tidak terlalu mengkhawatirkan karena kami punya jaringan sampai tingkat TPS (tempat pemungutan suara),” ujar politikus Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.
Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Satu DPRD Bojonegoro Mustakim menambahkan, optimistis duduk di kursi dewan pada tahun ini. Berharap prosesnya lancar agar bermanfaat bagi masyarakat.
Dia mengatakan, tidak ada kegelisahan terkait perolehan suara asal tidak ada penyelewengan dalam tahapannya. Termasuk rekapitulasi. ’’Berapapun (suara didapat) yang penting mendapat kursi dan tidak ada aral melintang,” katanya.
Selanjutnya, Caleg Dapil Lima DPRD Bojonegoro Wawan Kurniyanto melanjutkan, optimistis bakal duduk kembali di kursi dewan legislatif. Dia mengklaim, tidak ada kendala perolehan suara bagi dirinya. Termasuk hasil real count sementara. ’’Insyaallah aman,” ucapnya.
Tidak semua parpol merayakan kemenangan dalam kontestasi politik tahun ini. Setidaknya, dua dari 18 parpol berkemungkinan besar tidak lolos ke gedung DPRD Bojonegoro. Yakni, Partai Buruh dan Partai Kebangkitan Nasional (PKN). ’’Sepertinya berat (untuk menang),” tutur Exco partai Buruh Bojonegoro Joko Prayitno kemarin (18/2).
Sedangkan, berdasar perolehan suara sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis tambah kursi.
Dia melanjutkan, Partai Buruh baru mengikuti pemilihan legislatif (pileg) tahun ini. Sehingga tidak ada target tinggi untuk menang. Joko mengungkapkan, bagaimana hasilnya diterima dengan legawa atau lapang dada. ’’Karena baru, pasti legawa,” tambahnya.
Sekjen PKN Bojonegoro Abdul Hakim mengungkapkan, awal pemberangkatan 14 caleg dalam pileg menarget sekitar dua kursi. Namun, melihat perolehan suara hingga kemarin (18/2) siang, Hakim mengatakan, hasil diperoleh masih nihil. Alasannya karena partai baru.
Kalah dengan caleg petahana diusung parpol besar yang banyak dikenal. ‘’Tapi, kami tetap berusaha maksimal dna tidak menyerah. Kembali ada periode berikutnya. Semoga 2029 pecah telur,” harapnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Bojonegoro Driarso menambahkan, partainya masih menunggu hasil perolehan sementara dengan optimistis tambah kursi. ’’Masih menunggu hasil perolehan suara. Tapi, kami optimistis tambah kursi. Dari dua menjadi empat kursi anggota dewan.
’’Meski sebelumnya kami menarget tujuh kursi. Tapi, karena perolehan suara sementara sudah sulit untuk mencapainya. Kami berharap bisa empat kursi dan membentuk fraksi sendiri,” katanya.
Didit, sapaan akrabnya melanjutkan, tidak tercapainya kursi disebabkan beberapa faktor. Di antaranya ketatnya persaingan di dapil tiga. Namun, lebih unggul di dapil dua. Meski demikian, dia mengatakan, para caleg PKS dinilai telah berupaya maksimal. (yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari