BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Satu pemuda dari Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, diduga tewas akibat aksi pengeroyokan pada Senin (12/2) dini hari.
Korban berinisial GRM 18, tawas di jalan nasional Bojonegoro – Nganjuk, tepatnya di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander sekitar pukul 01.30.
Menurut Nugraha, salah satu keluarga korban, berdasarkan keterangan saksi kejadian bermula saat korban dan tiga temannya mengendarai motor bermaksud membeli makan.
Namun, datang gerombolan orang tidak dikenal sekitar 10 orang. ‘’Tanpa ada basa-basi langsung dikeroyok,” katanya.
Pasca kejadian, keluarga korban membuat laporan ke Polres Bojonegoro, terkait adanya indikasi tindakan pengeroyokan.
Terlebih berdasarkan keterangan saksi, korban sempat dikeroyok sebelum meninggal dunia. ‘’Kalau luka yang saya lihat tadi, dan luka benda tumpul di belakang dan wajah korban, dan luka senjata tajam,” jelasnya.
Sementara itu, korban sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
Korban kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, Senin (12/2).
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Dander AKP Jadmiko menyampaikan, belum bisa memastikan kejadian tersebut.
‘’Setahu saya Cuma ada kecelakaan, kalau kita menangani berdasarkan kejadian,”ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Namun, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan sebab lain atas kematian korban. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari