BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Memasuki musim hujan ini, warga yang tinggal di sekitar hutan tak bisa tenang. Karena, selalu was-was terjadinya banjir bandang.
Seperti yang terjadi Jumat (1/12) malam, sebanyak lima desa yang tersebar di tiga kecamatan diterjang banjir bandang.
Kepala Dusun Suruhan, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem mengatakan, hujan yang berlangsung sekitar 3 jam menyebabkan air dari Sungai Gandong meluap.
Hal itu membuat delapan rumah tergenang bercampur lumpur, dan 20 hektare tanaman jagung hanyut.
Derasnya air bah di Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, hingga menyebabkan satu jembatan terputus, dan menghanyutkan tanaman jagung di persawahan warga. Kemudian, luapan air juga menggenangi area jalan, rumah, hingga fasilitas umum di Desa/Kecamatan Dander.
‘’Selain itu, satu jembatan ambrol. Membuat akses warga di satu dukuhan terputus, yaitu di RT 6 sampai RT 10,” ungkapnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BPBD Bojonegoro, terdapat dua desa di Kecamatan Ngasem yang dilalui banjir bandang yakni Desa Butoh dan Desa Setren.
Kemudian, Desa Cancung, Kecamatan Bubulan, dan Desa Dander dan Ngunut di Kecamatan Dander.
Kepala BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto menyampaikan, hujan mulai berlangsug sekitar pukul 14.30 dengan intensitas tinggi, dan rerata berdurasi sekitar dua jam.
Dampak hujan intensitas tinggi itu menjadi penyebab sejumlah daerah mengalami banjir bandang. Ketinggian banjir di Kecamatan Dander dan Ngasem sekitar 50 sampai 60 sentimeter. ‘’Kondisi banjir bandang berlangsung sekitar 15 menit langsung surut,” terangnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana