BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Bojonegoro Supaat akhirnya buka suara, tentang pemecatan sekaligus pergantian antarwaktu (PAW) Agus Suprayitno sebagai anggota Partai Perindo serta anggota Komisi B DPRD Bojonegoro.
Supaat menegaskan, alasan mendasar pemecatan Agus Suprayitno karena sudah tidak loyal.‘’Kalau sudah tidak ada loyalitas terhadap partai, ya mau tidak mau kami harus melakukan tindakan. Jadi itu (pemecatan) perintah partai dan juga sudah diatur di dalam AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga) partai,” tegasnya.
Karena kalau bicara loyalitas, kata dia, seharusnya Agus berkontribusi selama proses pencalegan. Tapi nihil. Pihaknya juga sudah mengundang Agus untuk ikut verifikasi faktual KPU, namun tidak hadir.
‘’Sehingga, dia (Agus) tidak mencalegkan diri. Padahal dia petahana Partai Perindo. Bahkan, dia justru mencalegkan putrinya di partai lain,” bebernya.
Baca Juga: Dipecat dari Perindo, Agus Suprayitno Menggugat
Jadi, Supaat membantah kalau pihaknya tidak melakukan komunikasi terhadap politikus asal Kecamatan Ngraho tersebut. ‘’Kami telah melalui beberapa tahapan. Bukan secara tiba-tiba mencabut dan PAW. Kami pun sudah melayangkan surat peringatan (SP) satu, dua, hingga tiga kepada yang bersangkutan,” bebernya.
Ia menerangkan, Partai Perindo itu sangat terbuka dengan kader maupun pengurus. Jadi, lanjut dia, ketika ada pencabutan keanggotaan otomatis ada sesuatu yang dilanggar.
Kemudian, disinggung perihal keaktifan Agus selama menjadi anggota DPRD Bojonegoro, Supaat enggan memberikan jawaban. ‘’Bisa ditanyakan langsung ke BK (badan kehormatan) DPRD,” katanya.
Supaat menambahkan, calon PAW Agus Suprayitno juga sudah ada. ‘’Ganda Gemilang sebagai calon PAW. Ganda memeroleh suara terbanyak kedua di dapil (daerah pemilihan) IV,” ucapnya.
Terpisah, anggota BK DPRD Bojonegoro Agung Handoyo menilai kinerja Agus Suprayitno sebagai wakil rakyat bisa dikategorikan kurang bagus.
‘’Jarang sekali mengikuti kegiatan kantor (rapat komisi atau rapat paripurna), tapi aktif mengiikuti kunjungan,” bebernya.
Namun, kata dia, tidak tahu pasti pelanggaran yang mengakibatkan Agus di-PAW. ‘’Sebab itu kan merupakan wewenang masing-masing partai,” kata politikus PDI-P itu. (bgs/msu)
Editor : Eka Fitria Mellinia