BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro tahun depan bakal terima anggaran hibah Rp 10 miliar tahun depan.
Tentu jumlah tersebut naik empat kali lipat, karena tahun ini anggaran hibah hanya Rp 2,5 miliar. Penambahan anggaran hibah bertujuan untuk peningkatan prestasi olahraga di Bojonegoro.
Terlebih berkaca pada prestasi porprov tahun ini, Bojonegoro merosot. Salah satu penyebabnya dinilai berasal dari minimnya anggaran untuk cabang olahraga (cabor).
Sehingga penambahan anggaran hibah diperlukan untuk cabor dalam mengembangkan olahraga di Bojonegoro.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan mengatakan, awalnya anggaran hibah KONI tahun depan direncanakan hanya Rp 4,7 miliar.
Namun, jumlah itu dinilai kecil untuk menjalankan program di cabor. Terlebih jumlahnya 33.
"Bagaimana cabor bisa melakukan perencanaan, pemusat pelatihan untuk atlet, dan program peningkatan prestasi," ungkapnya.
Afan menambahkan, usulan anggaran KONI 2024 dinaikkan menjadi Rp 10 miliar, untuk memfasilitasi cabor dalam pembinaan dan peningkatan prestasi ke depannya. Dengan anggaran yang besar atlet dan pengurus cabor lebih semangat, juga leluasa menjalankan program
"Rencana awal untuk 2024 anggaran hibah KONI Rp 4,7 miliar. Kemudian ditambah di forum banggar sehingga totalnya Rp 10 miliar," jelasnya.
Menurut Afan usulan tersebut sudah disepakati di pembahasan badan anggaran (banggar) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ( TAPD ) beberapa waktu lalu.
Tentu usulan tersebut menjadi salah evaluasi dari DPRD terkait pembinaan olahraga di Bojonegoro.
Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bojonegoro Khurun'in mengatakan, masih menunggu informasi selanjutnya terkait anggaran hibah KONI untuk tahun depan.
Wakil Ketua KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan dikonfirmasi terpisah mengaku belum bisa berkomentar terkait kenaikan anggaran hibah KONI. Terlebih belum menerima informasi resmi. (irv/msu)
Editor : Hakam Alghivari