’’Cabdisdik fokus untuk meningkatkan kualitas guru melalui program satu guru satu inovasi.’’
Maskun, Kasi SMA PK-PLK Cabdisdik Wilayah Bojonegoro-Tuban
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jumlah penduduk Bojonegoro setiap tahun mengalami penurunan, khususnya penduduk usia sekolah. Kondisi itu berdampak besar pada sekolah kekurangan siswa.
Pada jenjang SMPN terdapat terdapat 1.401 pagu kosong dari 38 SMPN. Sedangkan, jenjang SMA dan SMK 1.670 bangku tahun ini tak terisi, terdiri 1.213 pagu SMKN, dan 457 pagu SMAN.
Berdasar Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada publikasi Proyeksi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur 2020-2035, jumlah penduduk Bojonegoro usia 10-14 tahun pada 2023 sebanyak 88 ribu jiwa. Pada 2024 diprediksi turun menjadi 87,81 ribu jiwa, bahkan di 2033 hanya 85,46 ribu jiwa.
Sedangkan penduduk usia 15 hingga 19 tahun di 2023 sebanyak 88,48 ribu jiwa. Pada 2024 turun menjadi sekitar 88,43 ribu jiwa, dan pada 2033 hanya sekitar 87,75 ribu jiwa.
Kasi SMA Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Cabdisdik Wilayah Bojonegoro-Tuban Maskun mengatakan, untuk menghadapi berkurangnya penduduk usia sekolah yang berkurang sudah menyiapakn program.
‘’Cabdisdik fokus untuk meningkatkan kualitas guru melalui program satu guru satu inovasi,’’ katanya.
Menurut Maskun, mutu atau kualitas pendidikan khususnya pembelajaran semakin baik ke depannya. Guru dituntut selalu meningkatkan kualitasnya, dilanjutkan setiap siswa akan semakin berkualitas dengan program inovasi siswa. 13 SDN Dimerger, Dua kepsek Mundur
Sebanyak dua dari 13 kepala sekolah (kepsek) merger tahun ini memilih berhenti atau mengundurkan diri. Sedangkan, enam kepsek lainnya sudah menempati posisi sama di sekolah baru. Dan, lima sisanya masih dalam daftar tunggu.
Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, tahun ini ada 13 SDN merger. Sehingga, ada 13 kepsek harus menempati jabatan di sekolah baru. Berhubung ada beberapa kepsek telah pensiun, sehingga bisa langsung digantikan.
Sisanya, masih ada tujuh kepsek. Meliputi, dua kepsek berhenti jadi kepsek dan lima lainnya masih dalam daftar tunggu. ‘’Nanti kalau ada posisi kepsek kosong, mudah-mudahan bisa segera diisi. Jadi, mohon bersabar,” ujarnya saat sambutan pelantikan pejabat administrator, pengawas, dan kepsek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Lukiswati mengatakan, dua kepsek merger mengundurkan diri karena usianya sudah mendekati masa purna tugas atau pensiun. Yakni, Kepala SDN Nglarangan I Kanor dan Kepala SDN Sumberwangi II Kanor. ‘’Kebetulan keduanya dari SDN di Kecamatan Kanor,” ujarnya.
Berdasar data sebelumnya dari Disdik Bojonegoro, hampir keseluruhan siswa dan aset sekolah merger telah dipindahkan. Untuk siswa, hanya kurang tujuh anak belum menentukan sekolah tujuan. Yakni, dari siswa SDN Sumberrejo III. Sedangkan, untuk aset yang belum dipindah hanya tersisa SDN Kauman II Baureno dan SDN Sumberrejo III.
‘’Untuk semua guru dari sekolah merger sudah bertugas di sekolah yang digabung. Yakni, sekolah tujuan merger sesuai dengan yang terdapat dalam data,” pungkasnya. (ewi/irv/bgs/msu)