BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Lelang pembangunan rumah sakit (RS) wilayah selatan turut Kecamatan Temayang (RS Temayang) Bojonegoro sempat dua kali gagal pada Maret lalu. Kemudian, pada lelang ketiga, sudah ada pemenang pada Juni lalu dan saat ini mulai digarap.
Diketahui pada layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), pemenang lelang RS Temayang Bojonegoro PT Bangun Kontruksi Persada asal Surabaya dengan harga penawaran Rp 19,7 miliar dari pagu Rp 20,5 miliar. Adapun konsultan pengawasnya PT Solusi Utama Konsultan asal Surabaya.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Benny Kurniawan membenarkan adanya kegagalan tender selama dua kali. Kegagalan tender karena tidak ada peserta lolos secara kualifikasi. ‘’Jadi, gugur. Kemudian, ditender ulang kembali dan gugur lagi,” jelasnya.
Beny mengatakan, pembangunan baru mulai pada 19 Juni lalu. Target rampung pada 15 Desember atau 180 hari kalender. ‘’Saat ini masuk ke pengerjaan pemancangan. Progresnya sekitar 5,9 persen,” ujar Benny.
Khoirul mengaku sudah mendengar rencana pembangunan RS Temayang sejak lama. Tepatnya sekitar 2017 lalu. Namun ternyata pembangunannya baru direalisasikan sekarang. ‘’Sempat terhenti karena ada kasus mark-up harga tanah,” ujar warga setempat tersebut.
Ia menilai, pembangunan RS wilayah selatan sudah tepat. Guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Apalagi di wilayah selatan masih terdapat beberapa desa yang letaknya berada di pelosok.
Sehingga akses ke RS area kota terlalu jauh ditempuh. Tak jarang, masyarakat lebih sering ke rumah sakit daerah Nganjuk karena lebih mudah dijangkau. Seperti, tambah dia, masyarakat Desa Soko, Kecamatan Temayang atau Kecamatan Gondang lebih memilih berobat ke RS di Nganjuk. (ewi/bgs)
Editor : M. Yusuf Purwanto