Hingga Kamis (8/6) belum dibenahi, padahal terdapat 27 rumah di Dusun Belah terisolir karena putusan jembatan. Sehari-hari aktivitas warga untuk bekerja, bersekolah, bercocok tanam, hingga ke pasar menjadi terhambat.
Warga harus menyeberangi sungai dan menitipkan motor di seberang jembatan. Rerata berjalan kaki, atau saat air surut memakai motor trail. Kondisi tersebut diperparah saat musim hujan, semua kegiatan warga di seberang jembatan harus terhenti.
Kepala Desa (Kades) Turi Riyadi mengatakan, jembatan putus sejak 4 November 2022, saat itu hujan deras menyebabkan air meluap dan konstruksi jembatan terbuat dari kayu diterjang air. ''Susah, untuk motor sejak putus dititipkan,” keluhnya Kamis (8/6).
Menurut Riyadi, tidak memungkinkan membuat jembatan darurat, karena sungainya terlalu lebar dan dalam. Jembatan memiliki panjang 25 meter dan lebar empat meter. Jembatan tersebut merupakan akses utama warga RT 18 Dusun Belah. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto