Sisi positif makanan dan minuman cepat saji yakni memberikan rasa bahagia karena cenderung memiliki rasa enak, harga terjangkau, dan penyajian lebih cepat.
‘’Sisi negatif makanan cepat saji yakni terdapat kandungan kalori tinggi dan lemak jenuh yang bisa memicu beberapa masalah kesehatan,” kata akademisi menjabat ketua Stikes Rajekwesi Bojonegoro tersebut.
Menurut dia, konsumsi makanan dan minuman cepat saji berlebihan bisa menyebabkan obesitas, diabetes militus karena tinggi kalori, hingga meningkatnya lemak jenuh yang memicu hipertensi, stroke, dan gangguan lemak darah.
Juga, gangguan penyakit tersebut dapat menyerang semua usia termasuk anak-anak.
Banyaknya outlet menjual makanan siap saji cepat berkembang menyebabkan tingginya animo pembeli. Sehingga menjadi gaya hidup masyarakat terutama perkotaan. ‘’Sulit dihilangkan,” ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat tidak terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dan menerapkan pola hidup sehat. Melakukan olahraga serta makan makanan sehat seperti memperbanyak sayur dan buah. (yna/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto