Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sajikan Kritik tanpa Suara, Bikin Gelak Tawa

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 4 Juni 2023 | 18:47 WIB
KREASI: Anak-anak ceria mementaskan pantomim Jumat (2/6) malam. Ada puluhan pantomim beraksi. (YUAN EDO/RDR.BJN)
KREASI: Anak-anak ceria mementaskan pantomim Jumat (2/6) malam. Ada puluhan pantomim beraksi. (YUAN EDO/RDR.BJN)
https://youtu.be/690is4O5qbI

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sorot lampu menerangi panggung yang temaram. Tak banyak lampu, tapi panggung sederhana kombinasi kain hitam, beragam capil, bambu, dan tali itu terasa hidup.

Panggung semakin berdenyut. Gelak tawa anak-anak dan orang tua memekikkan Malam Pantomim Rasa Nusantara, Jumat (2/6). Tak jauh dari aliran Sungai Bengawan Solo, panggung di salah satu kafe di Gang Modin, Desa Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro, itu semakin berwarna.

Anak-anak dengan wajah bercat putih mulai memasuki panggung. Beratraksi dan menyuguhkan gerakan bikin gelak tawa. Penampilan pantomim pelajar sekolah dasar (SD), SMP, hingga komunitas luar daerah itu bergantian.

Mustakim mimer Bojonegoro mengatakan, Malam Pantomim agenda rutin setiap tahun. Sempat vakum karena pandemic. Tahun ini kembali seri delapan. Malam Pantomim berakhir hari ini (3/6) dengan tema Rasa Nusantara. Dimaknai secara cerita berdasar lokalitas sesuai khas daerah. Malam Pantomim Rasa Nusantara ini menampilkan pantomim dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Purwokerto, Ponorogo, Magelang, Tuban, Gresik, Jombang, hingga Jember.

Photo
Photo
(YUAN EDO/RDR.BJN)

Pantomim komunikasi tanpa suara, mengandalkan bahasa tubuh. Ramah disabilitas terutama bagi teman tuli. ‘’Karena pantomim tidak ngomong dengan suara, jadi kami berusaha agar ramah ke situ (teman tuli),” ujarnya.

Apalagi pantomim merupakan bahasa universal. Misalnya, di Belanda dan Inggris mengetahui makna gerakan geleng-geleng kepala, tanda penolakan atau tidak. ‘’Pantomim memiliki muatan, ada pesan disampaikan. Juga mengandung kritik, meski secara halus” jelasnya.

Setiap mimer memiliki racikan dan cerita pantomim sendiri. Misalnya, menurut Takim, cerita pantomim Robusta Javanica. Menceritakan masa penjajahan, ketika demang diminta menanam kopi Jawa dan Belanda menyukainya hingga dikirim ke Eropa. Namun, penduduk pribumi dipaksa menanam, tapi uang diserahkan habis ketika sampai di bawah atau penduduk pribumi. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#kritik #seni #pantomim #Hiburan #Kreasi