''Konsumsi ikan pada segmen remaja paling rendah. Ini perlu ditingkatkan melalui inovasi olahan,” tutur Adib Nurdiyanto akademisi Nursepreneurship kemarin (1/6).
Segmen konsumsi ikan terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa. Pada segmen anak-anak hanya sebagian kecil suka mengonsumsi ikan. ''Karena faktor duri. Bukan karena rasanya,” tutur Adib dosen Istek Icsada tersebut.
Sedangkan, remaja segmentasinya terendah dalam mengonsumi ikan karena lebih memilih makanan dan minuman cepat saji atau fast food. Terbanyak mengonsumsi ikan yakni dewasa usia 30-40 tahun.
''Perlu inovasi olahan meningkatkan konsumsi ikan. Bisa melalui IKM. Terlebih masyarakat Bojonegoro lebih banyak mengonsumsi ikan lele dan nila,” ujarnya.
Menurut Adib, dari sepuluh hanya empat masyarakat Bojonegoro mengonsumsi lele. Sehingga, IKM perlu meningkatkan olahan lele dan ikan lainnya agar mudah dikonsumsi. Serta perlu pengecekan komposisi bahan olahan. ''Jangan sampai banyak tepung ikan sedikit,” ujarnya. Kaya nutrisi, ikan membantu tumbuh kembang anak.
Ketua Forum IKM Jawa Timur Bojonegoro Silvia Meris Retnowati mengatakan, olahan ikan IKM masih sedikit. Seperti kerupuk tengiri dan ikan, siomay, dan bakso ikan. Sehingga diperlukan informasi dan pelatihan pengolahan ikan. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto