Dia sering diminta menemani Mbah Harjo Kardi menyambut tamu dan menghadiri berbagai undangan. ‘’Ngendikane (kata) beliau saya yang meneruskan,” tutur Bambang Sutrisno kemarin (29/5).
Bambang merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara yang diamanahi meneruskan ajaran Samin. ‘’Kebetulan garis keturunan yang dikehendaki. Ketika semua anak dikumpulkan sebelum Mbah Kung (Mbah Harjo) wafat saya yang diminta damel jujugan atau tempat tujuan. Meski sebenarnya tidak ada keinginan ke arah itu,” ungkapnya.
Menurut Bambang, tidak ada paksaan dalam ajaran Samin. Termasuk garis keturunan tidak diharuskan melanjutkan. ‘’Bisa diteruskan dari pihak luar. Namun, jangan sampai ajaran Samin terputus,” tutur lelaki 41 tahun tersebut.
Bambang mengibaratkan nunggak semi yakni selalu ada penggantinya. Orang tua wajib memberi pitutur atau nasihat dan pelajaran kepada anak cucunya.
Selama Mbah Harjo melakukan kegiatan, Bambang mengatakan selalu mendampingi saat menyambut tamu penelitian hingga pemerintah. ‘’Ketika sepuh, saya yang hadir mewakili beliau,” jelasnya.
Terdapat lima pitutur dalam ajaran Samin. Yakni jujur, sabar, trokal, lan nrimo; ojo dengki srei, dahwen kemiren, pekpinek barange liyan. Kemudian, ojo mbedo mbedakno sapodo padaning urip, kabeh iku sedulure dewe; ojo waton omong, omong sing nganggo waton. Dan terakhir, biso roso rumongso.
‘’Kita harus menjaga ucapan, perilaku, dan pikiran yang positif. Tiga itu diwujudkan dalam kejujuran. Hidup bersama harus rukun. Bukan maksudnya kalah, tapi lebih baik mengalah,” tuturnya. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto