Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Menjamur Minimarket, Belum Berpengaruh UMKM

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 21 Mei 2023 | 18:23 WIB
TOKO MODERN: Minimarket di Jalan Diponegoro Bojonegoro berdekatan. Perlu pengaturan agar tidak berimbas toko kelontong dan pasar tradisional. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RDR.BJN)
TOKO MODERN: Minimarket di Jalan Diponegoro Bojonegoro berdekatan. Perlu pengaturan agar tidak berimbas toko kelontong dan pasar tradisional. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jumlah toko modern di Bojonegoro terus bertambah seperti minimarket, dan pusat perbelanjaan (supermarket dan department store). Meski belum signifikan memberi pengaruh pada UMKM yang menjual produk lokal atau asli daerah, namun potensi berdampak pada toko kecil atau UMKM yang menjual produk serupa.

Berdasar pantauan, jumlah minimarket di Kecamatan Bojonegoro Kota saat ini, terdapat 23 toko modern. Rinciannya, 9 Indomaret, empat Alfamart, dan 10 toko modern.  Hal tersebut sudah melebihi kuota maksimal yaitu 19 toko modern, berdasar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 48 Tahun 2001.

Sementara itu, jumlah pusat perbelanjaan yang berdasar perbup dibatasi hanya 5 di seluruh wilayah kabupaten. Namun, jumlahnya saat ini terus meningkat, seperti di Bojonegoro yang telah memiliki empat pusat perbelanjaan modern yang cukup besar. Kemudian di Kecamatan Baureno dan Kapas masing-masing satu pusat perbelanjaan.

Adib Nurdiyanto, seorang pelaku ekonomi kreatif mengatakan, semakin menjamurnya minimarket di Bojonegoro belum berpengaruh banyak terhadapat UMKM.

Namun, dirinya menggaris bawahi hal tersebut dalam ranah produk lokal atau oleh-oleh khas Bojonegoro. ‘’Karena kalau UMKM punya produk sendiri, tentu segmennya sudah berbeda,” bebernya.

Ketua Creative Economy Center (CEC) tersebut menambahkan, di sisi lain UMKM yang tidak membuat produk khas dan usaha reseller yang sama-sama menjual kebutuhan pokok, tentu bisa terdampak dari menjamurnya minimarket.

Apalagi toko modern lebih memberikan pelayanan cepat, dan ketersediaan.  ‘’Bisa sangat terpengaruh, namun juga bisa memberikan cambuk pada pelaku usaha sejenis untuk berbenah diri,” pungkasnya. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#toko modern #umkm #Izin #bojonegoro