BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Semburan air dan lumpur menggegerkan warga sekitar Bukit Kramat, Desa Jari, Kecamatan Gondang. Terdapat puluhan titik semburan. Tiga di antaranya berukuran besar. Semburan ditengarai sudah berlangsung sejak 2016 namun sempat timbul tenggelam. Namun, akhir-akhir ini kian menyembur.
Shofi Iqtina Hawan alumni mahasiswa Teknik Geofisika Institus Teknologi Sepuluh November (ITS) mengatakan, bahwa fenomena semburan lumpur di Desa Jari sudah dilakukan penelitian pada 2020. Dan semburan memang terkadang muncul dan hilang.
‘’Dari hasil penelitian kami waktu itu, belum ada potensi bahaya karena saat itu debitnya masih berukuran kecil,” bebernya.
Sutikno warga setempat mengatakan, hal serupa pernah terjadi pada 2016 lalu, tepatnya April dan sempat menghilang. Namun, kali ini muncul lagi. Lokasi munculnya semburan itu berada di petak 172 lahan milik Perhutani.
Sementara ini, semburan tersebut belum memengaruhi volume air yang ada. Meski demikian, warga setempat tetap merasa khawatir jika tidak segera ditangani akan berdampak pada tanaman berada tak jauh dari titik semburan.
“Ada bau belerangnya dan lumayan menyengat. Semoga lekas ditangani pihak berwenang," tutur Sutikno.
Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro Irawan Darwanto mengatakan, akan memastikan ke lapangan terlebih dahulu apakah semburan dimaksud itu merupakan sejak 2016 atau semburan baru lagi. ‘’Akan dicek dulu di lapangan," katanya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Jari Jito mengatakan, semburan lumpur itu sudah lama, yakni sejak 2016. Namun saat ini terjadi semburan lumpur berdekatan dengan sungai. Jaraknya sekitar 2 kilometer dari permukiman warga. ‘’Apabila sungai meluap akan mengenangi tanaman warga," bebernya. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto