BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Keberadaan anggota satpol PP dan petugas BPBD berkeliling di Pasar Kota Bojonegoro, terus mendapat sorotan. Sebab, keberadaannya dikeluhkan pedagang dan berpengaruh pembeli takut datang.
Anggota Komisi B DPRD Lasuri menyarankan agar petugas satpol PP tidak perlu terlalu lama standby di area pasar yang bisa berdampak pedagang resah. Meminta para pedagang pasar tak perlu resah. ‘’Kantor satpol PP kan dekat, sebaiknya bisa berpatroli pakai mobil saja selama satu hingga dua jam. Agar pedagang berjualan di dalam juga tenang," ujarnya.
Sebelumnya, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol Beny Subiakto mengatakan, kegiatan satpol PP di Pasar Kota menindak pedagang melanggar peraturan daerah (perda) yang berjualan di area trotoar dan atas mobil.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mendatangi Pasar Kota kemarin (26/1) mengecek material berserakan usai drainase dibongkar. Sudah dua minggu material dibiarkan, sehingga mengganggu akses pedagang. Jalan keluar masuk pasar menjadi sempit.
Sukur seketika menelpon Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Iwan Maulana. ‘’Kami beri waktu dua hari, sampai tidak dibersihkan, akan kami angkut,’’ ujarnya dihadapan pedagang pasar.
Ketua Paguyuban Pasar Kota Bojonegoro (PPPKB) Wasito mengatakan, pembongkaran trotoar sejak awal Januari tersebut berhenti di tengah jalan. ‘’Kalau hujan tidak hanya menganggu pedagang dan pembeli. Tapi menggangu pengguna jalan karena lumpur,’’ bebernya.
Mustaim, salah satu pembeli mengatakan, pintu masuk pasar yang dipersempit dan banyak material membuatnya terganggu, berharap segera diperbaiki demi kenyamanan belanja. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto