Mengingat sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyatakan kenaikan kasus campak di wilayah Indonesia sebagai kejadian luar biasa (KLB). Berdasar data terakhir, di delapan kabupaten/kota di Jawa Timur terjadi peningkatan jumlah kasus. Yakni di Kota Batu, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Magetan, Sumenep, Pasuruan, dan Probolinggo.
Ani mengupayakan cakupan imunisasi campak secara maksimal. ‘’Selain itu mengoptimalkan deteksi dini, sehingga ketika ada temuan anak bergejala campak segera mendapat penanganan,” ujarnya.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bojonegoro Jamilatul Qomariyah membenarkan, kasus campak di Kota Ledre masih nihil. ‘’Imunisasi campak di Bojonegoro sudah rampung seratus persen tahun lalu. Semoga tidak ada kasus campak,” tuturnya. Campak lebih mudah menyerang anak-anak, karena kekebalan tubuhnya masih lemah.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu takut membawa anaknya mendapat imunisasi. ‘’Diduga kenaikan kasus campak kan saat pandemi Covid-19 orang lupa mengimunisasikan anaknya karena tidak bisa ke posyandu. Ada juga enggan imunisasi, karena takut pascaimunisasi anaknya demam,” bebernya.
Pihaknya mendorong para bidan di tiap posyandu fokus screening dan deteksi dini terhadap anak belum imunisasi. ‘’Posyandu tiap bulan itu perlu digencarkan pendataan agar segera terdeteksi,” pungkasnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto