Pemerintah desa (pemdes) setempat memastikan karena keterbatasan wilayah. Sehingga, fokus pengembangan pemberdayaan perempuan dan ekonomi melalui pelatihan dan badan usaha milik desa (Bumdes).
‘’Karena saat ini belum punya lahan. Kalau di depan balai desa itu milik warga,” kata Kepala Desa (Kades) Semanding Suharto kemarin (24/1). Sejak 2017 pemerintah pusat menggulirkan program satu desa satu lapangan olahraga.
Desa Semanding awalnya berstatus desa berkembang dengan indeks desa membangun (IDM) 0,6329 berdasar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2021. Berubah status desa maju dengan IDM 0,8005 berdasar Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 80 Tahun 2022 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa Tahun 2022.
IDM dinilai dari indeks ketahanan sosial (IKS), indeks ketahanan ekonomi (IKE), dan indeks ketahanan lingkungan (IKL).
Menurut Suharto, dari 1.480 penduduk, 98,5 persen bermata pencaharian sektor pertanian. ‘’Hanya beberapa pegawai negeri sipil (PNS), antara empat sampai lima. Sedangkan bidang militer belum ada. Ini menjadi tantangan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) desa,” ujarnya.
Pendidikan masyarakat desa, menurut Suharto, sebagian besar lulusan SMA sederajat. ‘’Sehingga ini menjadi pekerjaan, di mana ke depan akan fokus pemberdayaan perempuan melalui pelatihan agar dapat berpenghasilan. Serta, membangunkan kembali Bumdes bertahun-tahun lalu mati karena tidak ada pengurus,” tutur Kades baru dilantik Desember lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Ira Madda Zulaikha mengatakan, Desa Semanding ditetapkan menjadi desa maju pada pertengahan 2022. ‘’Pembaharuan dilakukan pertengahan tahun. Saat ini, status desa berdasar keputusan menteri, bukan lagi peraturan bupati,” jelasnya. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto