Namun, belum dikelola maksimal. Sebaliknya, baru dua desa yang telah memanfaatkannya sebagai tempat wisata, yaitu Desa Ngunut dan Desa Dander.
Di Desa Ngunut terdapat wisata Growgoland. Wisata dengan memanfaatkan sumber air di Dusun Grogolan sebagai wisata alam. Di Desa Dander juga terdapat sumberan Tirtawana, juga sudah dijadikan sebagai tempat wisata, yaitu Pemandian Tirtawana atau yang saat ini dikenal dengan nama Dander Waterpark.
Desa Sumberarum memiliki 5 titik sumber air yang terletak di satu lingkup sumberan Tirta Arum. Dan satu titik lagi terletak di tempat yang berbeda, yakni di Dusun Gua Sumur. Tepatnya, di dalam gua.
Sumberan Tirta Arum ini rencana akan dijadikan destinasi wisata. Seiring dengan program Desa Wisata yang akan dilaksanakan di desa tersebut.
“Sumberan Tirta Arum merupakan sumber air yang sangat bagus. Sangat jernih dan bening,” ujar Kepala Desa (Kades) Sumberarum, Vinsensius Sugeng.
Dia mengatakan, sementara ini sumberan Tirta Arum baru digunakan untuk outbound anak-anak pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), dan sekolah dasar (SD).
Desa Kunci juga memiliki sumber air yang tidak kalah jernih. Namun, sumber air di Desa Kunci belum dimanfaatkan sebagai tempat wisata. “Sumberannya bagus, luas juga. Hanya saja belum dioptimalkan sebagai tempat wisata,” ujar Antok, salah satu staf di Kecamatan Dander.
Dia menambahkan, saat ini sumberan di Desa Kunci masih digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Seperti mandi dan menyuci.
Antok mengatakan, pihak Dinas Pariwisata Bojonegoro harus gencar mempromosikan tempat-tempat wisata. Agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Selain itu peran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Pemerintah Desa (Pemdes), dan masyarakat juga diperlukan. Untuk sama-sama memerhatikan, mengolah, dan mempromosikan tempat-tempat wisata ataupun tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat wisata. (ewi/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto