Nyatanya, banyak mahasiswa harus mengeluarkan uang saku lebih untuk menempuh pendidikan kuliah. Bagas, 23, warga Desa Kabunan, Kecamatan Balen mengatakan, pengeluaran terbesar menjadi mahasiswa tentu pada uang kuliah tunggal (UKT). Selama per semester hampir mencapai angka Rp 4 juta.
‘’Hal ini sama seperti pendidikan dan hidup mahasiswa di kota-kota besar,“ katanya kepada Radar Bojonegoro.
Begitu pun Arif mengaku biaya pendidikan tergolong mahal untuk ukuran kampus di kabupaten. Meski ia merasakan sebagai mahasiswa memperoleh beasiswa dengan penghapusan biaya kuliah dan uang saku hingga Rp 700 ribu per-bulan. ‘’Karena selain biaya kuliah, juga ada kebutuhan lain, karena itu saya sambil kerja paro waktu sebagai barista (penyeduh kopi),” bebernya.
Ikhsan mahasiswa lainnya mengaku biaya hidup kuliah di Kota Ledre termasuk mahal. “Menurut saya agak mahal, itu sudah include UKT (uang kuliah tunggal), BBM (bahan bakar minyak), konsumsi. Apalagi secara infrastruktur pendidikan di sini masih kurang. Padahal, biayanya hampir sama. Selama tiga semester ini sudah habis ongkos sekitar Rp 10 juta,” ujar mahasiswa 21 tahun tersebut.
Berbeda dengan Ivan, beranggapan biaya hidup dan pendidikan di sini tergolong murah. “Ya mungkin karena di sini masih ikut orang tua. Pengeluarannya hanya UKT dan biaya hidup,” ungkapnya.
Ivan mengatakan, fasilitas masih kurang dan butuh peningkatan menyamai level kampus-kampus di kota lainnya. “Secara fasilitas masih kurang, untuk SDM (sumber daya manusia) kami bisa bersaing. Semoga fasilitas dan infrastrukturnya lebih baik lagi,’’ tutur mahasiswa fakultas hukum tersebut.
Pendapat tersebut diperkuat oleh Ismiatun pegawai tata usaha (TU) Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro). Dia menganggap biaya kuliah masih tergolong murah.
Biaya kuliah tersebut, memacu mahasiswa bekerja paro waktu. Anshorullah memilih merintis usaha wedding organizer. Kini kuliah mandiri tanpa bergantung kiriman uang orang tua. ‘’Penghasilannya per event, biasanya seminggu kalau full event bisa Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Penghasilan untuk tambahan bayar biaya kuliah dan sehari-hari,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum Unigoro tersebut. (dan/hul/ewi/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto