Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Angka Harapan Hidup Bojonegoro Kategori Rendah

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 15 November 2022 | 01:30 WIB
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro yang berada di posisi ke 26 di Jatim tidak terlepas tiga aspek angka harapan hidup (AHH). AHH Bojonegoro di posisi 22 dari 38 kota/kabupaten di Jatim dengan 71,72 tahun. Tentu menunjukkan kesejahteraan Bojonegoro masih rendah.

 

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim tentang IPM Jatim 2021, AHH Bojonegoro sebesar 71,72 tahun berada di urutan ke 22. Masih di bawah Kabupaten Ngawi 72,41 tahun, Lamongan dan Jombang dengan 72,49 tahun.

 

AHH menjadi alat mengevaluasi kinerja pemerintah meningkatkan kesejahteraan penduduk dan meningkatkan derajat kesehatan. AHH rendah di suatu daerah harus diikuti program pembangunan kesehatan. Serta, program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori, termasuk program pemberantasan kemiskinan.

 

Berdasar data Statistik Kesehatan Jatim 2021, sebanyak 29,73 persen penduduk Bojonegoro memiliki gangguan kesehatan. Persentase tersebut di bawah Kabupaten Lamongan hanya 19,70 persen.

 

Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jawa Timur Dakelan menyinggung kenaikan AHH erat kaitannya pada peningkatan mutu standar pelayanan minimal (SPM). Di antaranya mutu pendidikan dan kesehatan. Ketika mutu SPM sudah baik, otomatis standar hidup layak masyarakat naik alias sejahtera.

 

“Selain itu, tentu akan mengerek angka harapan hidup yang mana merupakan salah satu komponen pada indeks pembangunan manusia,” ucapnya.

 

Rektor Stikes Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) Sudalhar mengatakan, Bojonegoro harus belajar dari beberapa negara maju maupun kabupaten dan kota lain memiliki AHH lebih tinggi. Juga, lebih dahulu menyiapkan pelayanan publik ramah lansia.

 

Terkait AHH Bojonegoro masih di bawah kota dan kabupaten lain, menurut Dalhar, terdapat beberapa faktor. Seperti tingkat kesejahteraan, kesehatan fisik, kesetresan, spiritual hingga tipe keluarga.

 

Tingkat kesejahteraan, artinya penduduk usia lanjut telah mengalami penurunan produktivitas sehingga berdampak kesejahteraan hidup. Tentu, jika sejak muda tidak menyiapkan jaminan kesejahteraan hari tua. “Hal itu bisa dilakukan dengan tabungan, dana pensiun maupun investasi menghasilkan pasive income,” jelasnya.

 

Tingkat kesehatan fisik, artinya penurunan fungsi tubuh berdampak gangguan kesehatan sering dialami kaum usia lanjut. Tentu diakibatkan penurunan fungsi tubuh, pola hidup kurang sehat sampai asupan gizi tidak seimbang.

 

“Menjaga pola hidup bersih dan sehat serta menjaga asupan nutrisi menjadi solusi,” bebernya. (irv/bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#AHH Bojonegoro #kesejahteraan #Usia Lanjut #kesehatan #bojonegoro #Lansia