Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Tugas Berat Tekan Kemiskinan di Petani

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 8 November 2022 | 17:45 WIB
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Penduduk miskin didominasi kepala rumah tangga sektor pertanian masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Pemerintah kabupaten diminta fokus meningkatkan kesejahteraan. Ketika kesejahteraan petani meningkat, angka kemiskinan akan turun.

 

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro tentang Profil Kemiskinan 2021, sektor lapangan usaha utama kepala rumah tangga (ruta) miskin terbanyak 76,09 persen bekerja sektor pertanian. Atau 30.867 kepala rumah tangga miskin dari total 40.614 ruta miskin.

 

Dosen Politeknik Petanian dan Peternakan Mapena Tuban Awaludin Ridwan mengatakan, kesejahteraan petani harus dimulai meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Terlebih rerata petani pendidikan rendah, baik SD maupun SMP.

 

Petani dengan SDM rendah hanya menjadi petani budidaya. Sehingga pendapatannya minim. Menurut Ridwan, pendampingan, pelatihan, dan pemberdayaan akan mampu meningkatkan SDM petani. Namun, selama ini pemkab hanya fokus memberikan subsidi pupuk dan benih, sedangkan peningkatan SDM belum maksimal

“Program Kartu Petani Mandiri (KPM) bagus, namun hanya untuk subdisi,” ujar dosen tinggal di Bojonegoro ini.

 

Selain itu, perlu memikirkan regenerasi petani. Terlebih setiap tahun jumlah petani selalu menurun. Regenerasi petani memiliki keilmuan tinggi akan berpengaruh kesejahteraan. “Regenerasi petani milenial,” terangnya.

 

Ridwan mengatakan, program beasiswa satu desa dua sarjana bisa menjadi sarana memunculkan petani milenial. Beasiswa dimaksimalkan mahasiswa kuliah jurusan pangan, seperti pertanian dan peternakan. Dengan catatan, setelah lulus penerima beasiswa kembali ke desa mengembangkan pertanian di desanya.

 

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro Darsan mengatakan, pekerja sektor pertanian rerata kalangan berpendidikan rendah dan tidak mempunyai keahlian  khusus. Sehingga pendapatan per bulan rendah karena pekerjaan sektor pertanian tidak setiap hari ada.

 

“Rerata menjadi petani gurem (luas lahan rerata 0,2 hektare) mempunyai luas lahan di atas 1 hektare  sangat jarang,” ungkapnya.

 

Darsan menjelaskan, jumlah penduduk bekerja sektor pertanian mulai berkurang. Berdasar penelitian, setiap tahunnya berkurang 1 persen. Perlu mendorong anak muda menjadi petani milenial berwawasan bisnis.

 

Menurut Darsan, untuk pemuda menjadi petani dilakukan dengan pelatihan. Presentasi dari sosok sukses di bidang agribisnis onfarm. Sehingga kaum muda menjadi tertarik. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#BPS Bojonegoro #sdm #kpm #Petani #bojonegoro