BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tradisi Medhayoh di Bojonegoro mulai luntur, masyarakat Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo bersama Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) menggelar Madhayoh fest di kampung kelahiran Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno itu, kemarin (6/11).
Direktur Ademos Indonesia Muhammad Kundori mengatakan, Medhayoh Fest digelar untuk membangkitkan kembali budaya medhayoh, yakni berkunjung ramah tamah atau bersinggah ke rumah warga.
Medhayoh tidak hanya mempertemukan secara fisik, namun juga secara batin. Karena ini, 47 rumah warga Desa Dolokgede dapat dikunjungi secara bebas dalam festival berlangsung 5-6 November itu.
‘’Ini sebagai ikhtiar kami melestarikan tradisi,’’ katanya.
Selama kegiatan, disediakan empat panggung untuk menghibur pengunjung, meliputi seni karawitan, reog, tayub, tari, keroncong, wayang, dan berbagai kesenian lain.
Namun pusat perhatian warga terletak di Pendapa Mannah, sekaligus kediaman Mensesneg, Pratikno. Siang hari sampai menjelang maghrib, warga berbondong-bondong menyaksikan penampilan karawitan dari sanggar Bunda Dharma Laras, serta reog Ponorogo dari kelompok Singo Tambajoyo.
Penampilan reog sukses menghibur pengunjung. Penampilan yang disajikan beragam, mulai dari penampilan tari yang biasa disajikan dalam penampilan serupa, hingga atraksi jungkir balik berbalut komedi.
Budaya medhayon bersama dengan pertunjukan seni dapat menjadi budaya sosial yang membangkitkan ekonomi, serta menjadi wadah bagi seniman untuk berkarya. ‘’Medhayon Fest diharapkan masyarakat dapat bangkit dari depresi akibat pandemi yang melanda,’’ ungkapnya. (edo/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto