BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kayu hasil tebangan tahun ini bakal segera dilelang. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Bojonegoro sudah menyiapkan berkas lelangnya. Nantinya, kayu itu akan dilelang bersama dengan hasil tebangan tiga tahun terakhir yang gagal.
Kabid Aset Andik Panca mengatakan, lelang kayu hasil tebangan sejak 2019-2021 sudah dilelang dua kali. Namun, gagal terus karena tidak ada pemenangnya. Sehingga, akan dilakukan lelang ulang lagi. ‘’Lelang akan dilakukan tahun ini,’’ jelasnya kemarin.
Lelang akan dilakukan bersamaan dengan kayu hasil tebangan 2022 ini. Itu dilakukan agar nilai jual kayu masih tetap tinggi. Sebab, kayu hasil tebangan baru harganya masih bagus. ‘’Agar harganya masih bagus akan dilelang tahun ini,’’ jelasnya.
Kayu hasil tebangan 2019-2021 memang banyak yang rusak. Hal itu membuat calon pembeli enggan ikut lelang. Pada lelang pertama sudah ada pemenang dengan harga Rp 100 juta lebih. Namun, hingga batas waktu ditentukan tidak kunjung dilakukan pembayaran. Lelang pun diulang. Lelang kedua tidak menghasilkan pemenang.
Jumlah kayu sudah dilelang itu 1.480 kubik. Jika ditambah tebangan tahun ini jumlahnya akan bertambah banyak. Saat ini kayu hasil tebangan baru masih didata.
Andik menjelaskan, tahun ini lelang kayu pertama dilakukan pemkab. Sebelumnya belum pernah melakukan lelang kayu dari pohon peneduh. Lelang kayu terbilang lama karena harus diawali penaksiran harga kayu. Penaksiran awalnya dilakukan kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL). Namun, kini penaksiran dilakukan tim internal BPKAD. ‘’Sehingga, lelang bisa dilakukan lebih cepat,’’ jelasnya.
Saat ini, lanjut Andik, pihaknya masih melakukan kajian ulang. Setelah itu bisa ditentukan mekanisme lelang digunakan. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto