Kepala MAN 1 Bojonegoro Drs. Syaifuddin, M.Pd.I mengatakan, dalam pawai budaya menggambarkan legenda asal-usul Bojonegoro. Sehingga sekolahnya membawakan tema Legenda Meliwis Putih.
“Berawal dari legenda di Kerajaaan Malowopati yang saat ini menjadi Bojonegoro,” ungkapnya.
Burung Meliwis Putih sebagai penggambaran legenda penyamaran Angling Darma yang mengerti bahasa binatang. Gerakan lincah burung Meliwis Putih menggambarkan Sang Prabu bertahan menjalani hukuman dari Dewi Una dan Dewi Ratih karena tidak setia pada Dewi Setyowati.
Syaifuddin menjelaskan, para siswa MAN 1 Bojonegoro berhasil menyajikan teatrikal Legenda Meliwis Putih diiringi alunan gending yang rancak. Siswa menari sebagai gambaran lingkah laku burung Meliwis Putih yang licah pada habitatnya.
Sebanyak 76 siswa dan 6 guru MAN 1 Bojonegoro terlibat dalam produksi dan pelaksanaan pawai. Mulai dari menjadi maskot Meliwis Putih, penari, hingga pemusik. Semua mampu menampilkan dan menyampaikan tema dengan baik pada masyarakat sehingg berhasil menjadi juara harapan 3.
Selain mengangkat Legenda Meliwis Putih, MANSARO juga menampilkan kekayaan budaya dan sumber daya alam Bojonegoro lainnya. Seperti Kahyangan API, Agrowisata Kebun Belumbing, Geopark Woncolo, hingga 14 motif batik yang memvisualisasikan potensi Bojonegoro. (irv/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto