BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Laga bertensi tinggi tersaji saat Persibo Bojonegoro uji coba melawan Grestara FC kemarin sore (25/8). Sejak babak pertama, kerap kali terjadi benturan. Puncaknya dua pemain Persibo mendapat kartu merah.
Laga persahabatan sesama klub Liga 3 Jawa Timur ini berakhir imbang, 1-1. Persibo maupun klub asal Gresik itu sama-sama melesakkan gol pada babak pertama. Tentu ini menjadi cacatan bagi jajaran pelatih.
Pantauan pertandingan, para pemain Persibo terlihat gugup ketika bertanding dihadapan ratusan suporter hadir di SLS. Beberapa kesalahan individu kerap dilakukan pemain Persibo. Bahkan babak kedua sempat terjadi kericuhan antarpemain Persibo dan Grestara FC. Akibatnya bek tengah Persibo mendapat kartu merah. Tak berselang lama giliran bek kiri Persibo mendapat kartu merah karena melakukan pelanggaran keras di dekat kotak penalti.
Asisten Pelatih Persibo Diego Muhammad mengatakan, setiap pertandingan selalu ditargetkan menang. Namun secara tujuan uji coba sudah terpenuhi. “Sebenarnya bukan ditekankan pada pertahanan, hanya ingin melihat kualitas bertahan apabila lawan dihadapi klub selevel. Tujuan hari ini (kemarin) ingin melihat sejauh mana kemampuan bertahan,” ungkapnya.
Diego menjelaskan pertandingan tadi khususnya di tim pertama dari tim pelatih menilai masih banyak yang gugup. Terutama banyaknya suporter yang melihat. Pemain kerap salah umpan. Sehingga ke depan perlu dievaluasi agar lebih percaya diri.
“Secara keseluruhan pemain sesuai taktik, hanya agak gugup. Pertama bertanding di SLS ditonton banyak pendukung. Apalagi sudah lama tidak menggunakan suporter dan pemain masih muda,” ujarnya.
Terkait tensi pertandingan cukup tinggi, menurut Diego, itu jadi catatan jajaran pelatih dan harus dievaluasi. “Bahkan ada pemain kami bertindak kurang baik, akan diperbaiki pertandingan selanjutnya,” jelasnya. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto