Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Adie Witjaksono mengatakan, gedung kantor Bupati yang baru akan dibangun di area kompleks Pemkab Bojonegoro. Persisnya di bekas gedung kantor dinas lingkungan hidup (DLH) yang kini kosong.
Saat ini, DLH pindah ke gedung baru di Jalan dr Wahidin. ‘’Jadi, nanti akan dibangun di situ,’’ jelasnya.
Gedung kantor baru itu rencananya akan lebih luas. Sebab, tidak hanya area gedung DLH, juga di sejumlah gedung di sekitarnya. Beberapa bangunan di sekitar lokasi akan terimbas pembangunan. Termasuk musala di kawasan tersebut. ‘’Nanti akan menyatu dengan rumah dinas bupati,’’ jelasnya.
Adie menjelaskan, gedung kantor bupati yang baru rencananya akan dikonsep mirip Gedung Grahadi Surabaya. Gedung Grahadi adalah kantor dan rumah dinas Gubernur Jawa Timur. Sehingga, nantinya di kantor baru itu juga akan ada rumah dinas.
‘’Selain itu ada ruang pertemuan. Tentunya juga dilengkapi ruang tamu seperti rumah dinas saat ini,’’ jelasnya. Meski dibangun baru, rumah dinas yang saat ini masih tetap ada.
Berdasar halaman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, lelang pembangunan gedung kantor bupati sudah diikuti 41 rekanan. Jumlah rekanan bersaing dipastikan bakal bertambah karena durasi masa lelang masih lama. Dinas PKCK memasang alokasi anggaran pembangunan gedung itu sebesar Rp 18 miliar.
Sementara itu, gedung baru DPRD juga mulai dibangun. Alokasi anggaran digunakan sebesar Rp 77,8 miliar. Gedung baru DPRD berlokasi di Jalan Veteran. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto